Recent Posts

Penyebab Citra Polisi Indonesia Jelek Di Mata Masyarakat

Media Investigasi news.com--

Saat ini, Kepolisian Republik Indonesia memiliki krisis kepercayaan dari masyarakat, dan citra polisi dimasyarakat sudah sangat buruk. hal ini dikarenankan kesalah yang dilakukan oleh polisi itu sendiri. memang sih, polisi juga manusia, tapi apakah kesalahan-kesalahan itu terus terjadi dan terulang. kalau sekali atau dua kali mungkin masyarakat juga mengangapnya wajar. tapi kalau sudah menjadi budaya, itu sudah kurang ajar namanya.

ini penyebab terbesar jeleknya citra polisi di mata masyarakat indonesia.

Polisi Juga Pemakai Narkoba

Polisi Harusnya menjadi contoh buat masyarakat. kalau polisi aja makai, bagaimana masyarakatnya tidak pakai barang haram tersebut. soalnya ada deking untuk mengeluarkannya ketika ia tertangkap. kalau masyarakat sipil yang memakai narkoba, polisi selalu memburunya habis-habis, kalau polisi yang memakai barang haram tersebut, tenang-tenang saja, toh dia kalau tertangkap bisa lepas lagi. dan kalau polisi memakai barang haram tersebut, rahasia nya lebih aman dari pada masyarakat sipil.

Polisi Suka Mencari Masalah, Bukan Menyelesaikan Masalah

Polisi ketika ada razia, suka mencari-cari kesalah dari pengendaranya. itu dilakukan agar mendapatkan uang masuk, bukan masuk ke kas negara, melainkan masuk kantongnya sendiri. kalau ada pengendara yang tertangkap, ia selalu menyulitkan pengendara tersebut, bukan malah memberi solusi dan penyelesaian dari masalah tersebut. kalau pun ada ssolusinya, ujung-ujungnya solusi tersebut adalah DUIT.

Polisi Suka Cari Duit Dengan Mengangarkan Seragam Yang Dipakainya

Masuk Polisi butuh biaya besar. kalau sudah lewat polisi, maka ia cari lagi duit dengan menganggarkan seragamnya. ini sering terjadi pada polisi lalu lintas. lihat saja, ia selalu meraun - raun mencari mangsa di jalanan yang melanggar aturan berlalu lintas. mending kalau uang dari tilang tersebut masuk ke dalam kas negara, tapi ini malah sebaliknya, yaitu masuk kantong pribadi. yang anehnya, hal ini hanya berani dilakukan pada masyarakat kecil. 

Masuk Polisi Selalu Identik Dengan Duit

Coba saja lihat di lapangan. Masyarakat selalu berkata, kalau masuk polisi harus ada duit. kalau enggak ada duit dan deking, hanya 5% kemungkinannya lewat. kalau ada duit, orang letoi, bodoh, dan tidak tahu apa-apa juga bisa jadi polisi, yang penting ada duit, dan dekingan kuat.

Polisi Suka Bertindak Anarkis Terhadap Masyarakat Kecil

Lihatlah polisi di masyarakat. selalu bertindak anarkis, main pukul dan main kaki. walaupun orang bersalah atau tersangka, tidak sepantasnya di lakukan seperti binatang. polisi suka anarkis terhadapa masyarakat kecil, kalau kepada pejabat, tidak. kalau pejabat bersalah, makan di bawa dengan hormat dan diperlakukan seperti layaknya manusia, kalau masyarakat kecil, ditangkap dan diperlakukan seperti binatang.

Ada duit, Baru Bergerak

Kalau kita kehilangan Mobil, atau terjadi pencurian di rumah kita, atau terjadi kasus lainya, lalu kita laporkan kepolis, polisi akan bergerak dan menangani kasus kita seenak peruknya saja. tapi kalau ada duit, polisi sangat bergerak dengan cepat. padahal mereka sudah digaji untuk melindungin dan melanyani masyarakat.

Sering Gagal Menangani Kasus-Kasu Besar

Kalau kasus kecil, polisi kita sangat cepat bertindak. dan terakhir banggalah ia karena telah memecahkan suatu kasus dan menangkap penjahatnya. tapi kalau kasus - kasus besar, polisi selalu lambat dan terkadang tidak mampu memecahkan kasus tersebut. kebanyakan yang kita dengar, polisi selalu menangkap pion saja, sedangkan rajanya sangat jarang sekali berhasil tertangkap.

Polisi Buat Aturan, Polisi Juga Yang Melanggar

Salah satu peraturan yang dibuat adalah, memakai helm, kaca spion dua, dan lain sebagainya. tapi peraturan itu hanya untuk masyarakat sipil. kalau buat polisi berlaku juga, tapi hanya 50:50 saja.

Polisi Selalu Menindas Masyarakat Sipil

Dilihat di lapangan, polisi hanya berani nya sama masyarakat sipil, polisi selalu menyulitkan masyarakat sipil ketika masyarakat tersebut bersalah. sangat banyak fakta dilapangan ketika seorang polisi menindas masyarakat dengan cara yang halus dan terkadang anarkis. 

Polisi Selalu Ujung-ujungnya DUIT.

Kalau yang satu ini janga ditanya lagi. semua orang memang butuh duit. tapi lihat tempat, waktu dan kondisinya juga. kalau polisi jeleknya di mata masyarakat karena tidak mengenal waktu, tempat dan kondisi, yang peting harus ada duit dan duit. buat sim pakek duit. buat surat ini itu di kantor polisi pakek duit. melaporkan kasus, pakek duit. mau lepas dari tilang polisi, pakek duit. kalau mau pacaran ama polisi harus punya duit juga pacarnya kali ia....

Harusnya Polisi Mangayomi, Melindungi dan Melanyani masyarakat, bukan Memoroti, Menyusahi, dan Menyakiti masyarakat. polisi itu harus ramah tamah terhadap masyarakat, baik masyarakat itu masih muda, anak-anak, remaja, orang miskin, orang kaya, pejabat, masyarakat biasa maupun orang tua. 

Tidak semua polisi penyebab jeleknya citra polisi. hanya beberapa polisi saja, seperti pepatah mengatakan, gara-gara satu tinta, rusak susu sebelanga. sudah sepatutnya atasan tertingi dari polri membenahi hal yang menyebabkan jeleknya citra polisi dimasyarakat.(RED)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.