Recent Posts

HP menyebabkan Pengamen Digelandang Ke Polsek Tanjung Duren

Foto : Pelaku mengambil satu buah Handpone milik korban yang tertinggal di sebuah restoran di bilangan Tanjung Duren Jakarta Barat.

News Investigasi.com--

Jakarta,-Seorang penuda digelandang ke Polsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat,yang telah buron beberapa hari.

Naas sudah nasib TH (24), pemuda yang berprofesi sebagai pengamen jalanan ini harus mendekam ditahanan Mapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat, lantaran aksinya mengambil satu buah Handpone milik korban yang tertinggal di sebuah restoran di bilangan Tanjung Duren Jakarta Barat, kamis (15/2/2018).

Kanit Reskrim AKP. Rensa Sastika Aktadivia, SH,SIK beliau membenarkan penangkapan tersebut,menurutnya pelaku TH yang kala itu sedang mengamen bersama rekannya (FI) melihat barang milik korban yang tertinggal di meja makan,tergiur dengan apa yang dilihatnya,lalu pelaku TH pun mengambil Handpone tersebut tanpa diketahui orang lain namun ia tidak menyadari bahwa sekitar area restoran telah dipasang CCTV.

Sementara Korban yang mengetahui barang miliknya tertinggal, seketika itu korban mendatangi kembali untuk mengambil Handpone miliknya,namun handpone yang dicari sudah tidak ada,ia pun melanjutkan pencarian melalui bantuan CCTV yang ada di sekitar restoran.Berbekal CCTV tersebut korban mengetahui siapa yang mengambil handpone miliknya yang tertinggal.

Tiga hari kemudian pelaku TH datang kembali ke restoran tersebut untuk mengamen,namun lantaran wajahnya diketahui saat mengambil Handpone, maka ia langsung diamankan dan selanjutnya digelandang ke Mapolsek Tanjung Duren untuk dimintai keterangannya, sedangkan rekannya (FI) melarikan diri

Ditempat terpisah Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Lambe P. Birana,SIK beliau juga menjelaskan "Pelaku TH sudah kami amankan bersama barang bukti satu buah Handpone merk Xiomi Redmi 4 warna putih.Dan kami ancam dengan Pasal 363 KUHP." Ungkap lambe, Minggu (18/02/18)

Kompol lambe menegaskan kepada pelaku lain (FI) DPO untuk menyerahkan diri apabila tidak diindahkan maka dirinya akan menindak tegas.

"Ini instruksi pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes. Pol. Hengki Haryadi, SIK,MH,untuk menekan angka kriminalitas dan premanisme di Jakarta Barat dan jika mencoba melawan petugas, maka kami tidak segan-segan menindak tegas." Tuturnya lambe.

(A)
editor: red

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.