Recent Posts

Tawuran Pelajar Mengakibatkan Tangan Kiri Hampir Putus

Foto : Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan saat konferensi pers di Mapolsek Curug Jalan Raya STPI Curug KM.5, Curug Kulon, Kabupaten Tangerang dengan di dampingi Kapolsek Curug Kompol Tedjo Asmoro, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuricho, Selasa (23/10/2018).

News Investigasi.com--

Tangerang,-- Ajang olahraga futsal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang seharusnya menjadi ajang bersaing secara sportif malah berubah menjadi ajang tawuran yang membuat jatuh korban dari salah satu pihak pelajar sekolah tersebut.

Hal itu dikatakan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan saat konferensi pers di Mapolsek Curug Jalan Raya STPI Curug KM.5, Curug Kulon, Kabupaten Tangerang dengan di dampingi Kapolsek Curug Kompol Tedjo Asmoro, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuricho, Selasa (23/10/2018).

"Tawuran antara SMK Yupentek 2 dan SMK Mandiri Panongan pecah di depan SPBU Jalan Raya STPI Kampung Candu RT 01 RW 07 Curug Kulon Tangerang pada Kamis tanggal 18 Oktober 2018 lalu. 1 (satu) pelajar mengalami luka berat dimana hampir putus tangan kirinya terkena sabetan benda tajam," beber AKBP Ferdy.

Kapolres menuturkan awalnya dua sekolah berbeda tersebut SMK Yupentek 2 dan SMK Mandiri Panongan melakukan sparing pertandingan olahraga futsal di daerah Padat Karya Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Dari situ mungkin ada sedikit cekcok hingga berujung terjadi nya tawuran

"Polisi mengamankan para pelaku tawuran tersebut karena telah melukai korban Muhamad Aditya pelajar SMK Mandiri Panongan yang hampir putus tangan sebelah kirinya karena sabetan senjata tajam. Pelaku ditangkap di berbagai tempat di wilayah Curug antara tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2018. Lima pelaku anak berinisial D (16), R (16), S (16), D (16), l (16) berhasil diamankan berikut barang bukti senjata tajam (sajam) yang mereka gunakan untuk melukai korban," terang Kapolres.

Barang bukti yang diamankan, sebutnya, dari para pelaku tawuran tersebut yakni ; 4 (empat) bilah clurit, 3 (tiga) bilah parang 1 (satu) berbentuk angka 7, dan sebuah sepeda motor honda spacy yang digunakan pelaku.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bapas Kanwil Kemenkumham Banten, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta kedua pihak sekolah. Meski masih berstatus pelajar dan masih dibawah umur, penegakan hukum akan terus dilanjutkan sampai pada proses pengadilan. Para pelaku tawuran harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena telah melanggar hukum apalagi menggunakan senjata tajam.

"Kepolisian sudah melakukan cara persuasif kesekolah-sekolah, dan terhadap para pelaku tawuran terutama yang menggunakan senjata tajam kami akan proses sampai ke pengadilan," tandas Kapolres.

"Karena melakukan kekerasan secara bersama yang mengakibatkan luka berat pada korban. Polisi menjerat para pelaku ini dengan pasal 170 Kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkasnya.

( Achmad Taufik )
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.