Recent Posts

Dua Debt Collector Nyaris Diamuk Masa,Manggarai Mencekam

News Investigasi.com,Jakarta -- Dalih nunggak cicilan 2 bulan, dua debt collector gagal mengambil paksa motor dan nyaris diamuk masa di daerah Manggarai.

Kejadian dua debt collector hendak diamuk masa terjadi pada hari Sabtu (9/11/2019) pagi tadi.

Dua debt collector atau jasa penagih hutang hampir diamuk masa di sekitaran Jalan Tambak Raya, Jakarta Pusat tadi pagi.

Lokasi tepatnya dua debt collector nyaris dihakimi masa berada di dekat Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak.

Tempat kejadian merupakan daerah perbatasan antara Manggarai, Matraman, dan kawasan Menteng.

Beruntung kedua debt collector yang nyaris dihakimi masa diselamatkan oleh sekuriti Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak.

Masyarakat lebih umum menyebut debt collector ini dengan sebutan mata elang.

Menurut saksi mata, Ridwan, dua mata elang ini sempat dikerumuni masyarakat yang sedang melintas di lokasi kejadian.

Dua mata elang tersebut tampak ketakutan hingga berlari ke arah tempat parkir motor RSIA Tambak.

Mereka pun dikejar massa yang tampak sangat marah.

Baca Juga: Bergaya Seperti Preman, Kasus Debt Collector Paling Banyak Dilaporkan Tapi Pihak Leasing Malah Mengelak

"Pukul saja, pukul," ucap Ridwan, menirukan suara massa yang marah, Sabtu (9/11/2019).

Kepada TribunJakarta.com, Ridwan menyebut, langsung membantu mengamankan dua mata elang ini dan dibantu dua orang temannya.

Sebab, Ridwan dan kedua temannya ini bekerja sebagai sekuriti RSIA Tambak.

Mereka langsung menutup pagar besi yang berada di tempat parkir motor RSIA Tambak.

"Itu dua matel (mata elang) tadi sempat ketakutan. Mukanya merah, panik. Jongkok di pojokkan tempat parkir motor, langsung dimankan sama teman-teman. Pagarnya langsung saya tutup," kata Ridwan

Setelah diamankan, rupanya massa semakin marah. Mereka meminta kepada sekuriti itu guna membawa mata elang keluar.

"Keluar, bawa ke sini. Pukuli saja," ucap Ridwan menirukan suara teriakan massa.

Singkat cerita, Ridwan pun menghubungi pihak kepolisian guna meminta bantuan agar segera mengamankan mata elang tersebut.

Tak lama, tiga anggota polisi dari Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat tiba di lokasi dengan satu mobil.

Mereka segera membawa dua mata elang tersebut guna mengamankannya dari amukan massa.

Polisi dari Polsek Metro Menteng, Aiptu Mujiyono, membenarkan bahwa dua mata elang tersebut dibawa ke kantornya.

"Iya tadi pagi kejadiannya. Ada dua orang matel (mata elang). Cuma sekarang sudah diurus oleh Polsek Metro Setia Budi, Jakarta Selatan," ujar Mujiyono, kepada TribunJakarta.com, di kantor Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).

Alasan dua mata elang ditangani Polsek Metro Setia Budi, sambungnya, lantaran lokasi kejadian awal bermula di Jalan Halimun, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Sering Berujung Bentrok dan Perampasan, Bolehkan Debt Collector Menyita Motor yang Nunggak Cicilan?

TribunJakarta.com pun mendatangi kantor Polsek Metro Setia budi, pada pukul 16.30 WIB, hari yang sama.

Setibanya di sana, TribunJakarta.com sempat mewawancarai Kasubnit Reskrim Polsek Metro Setia Budi, Iptu Zakaria, yang memproses kasus mata elang.

Zakaria menuturkan, dua mata elang saat ini sedang dalam proses penyelidikan.

Kasus yang menimpa dua mata elang, kata Zakaria, lantaran meminta motor seorang pria untuk diserahkan ke pihaknya.


Sebab, pria pemilik motor tersebut diduga belum membayar angsuran kendaraan selama dua bulan.

"Menurut pengakuan mata elang ini, si pemilik motor menunggak cicilan motor. Dari pemeriksaan tadi, matel ini membawa surat bukti angsuran dari si pemilik motor," kata Zakaria.

Kendati demikian, lanjutnya, orang tua si pemilik motor ini menduga ada kejanggalan.

Sebab, lanjut Zakaria, ada perbedaan alamat antara kantor leasing (tempat penyedia jasa pembiayaan) dengan kantor mata elang tersebut.

"Kalau alamat leasing-nya di daerah Jakarta Utara. Kalau si matel tadi mau bawa pemilik motornya ke Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Itu yang dirasa janggal," ujar Zakaria.


Ayah dari pemilik motor, Anto, mengonfirmasikan hal tersebut kepada TribunJakarta.com.

Menurut Anto, cicilan motor putranya belum masuk angsuran dua bulan.

"Kata matelnya sudah menunggak dua bulan. Padahal kan belum masuk angsuran dua bulan," kata Anto, di kantor Polsek Metro Setia Budi, Jakarta Selatan, hari yang sama.

"Saya juga heran, ini tempat leasing-nya juga tadi telepon saya, katanya tidak kerja sama dengan matel ini," Anto menambahkan.

Kini, dua mata elang tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pun ditangani Polsek Metro Setia Budi.

"Segera mungkin kami akan bikin laporannya," kata Zakaria.

( Redaksi AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.