Recent Posts

Pelaksanaan Kegiatan Penertiban Dan Sidang Yustisi Diwilayah Kota ADM. Jakarta Barat

News Investigasi.com,Jakarta Barat - kos-kosan dan tempat usaha yang tidak memiliki izin terjaring Razia oleh Satuan Pp,untuk mengikuti sidang Yustisi.

Pelaksanaan kegiatan Penertiban Sidang Yustisi digelar di Gedung Aula  RPTRA  kalijodoh dijalan Pangeran Tubagus Angke mengadakan sidang Yustisi Bagi  pelangar pelangar ijin Rumah kos, panti pijat atau ketertiban umum lainnya, selasa,5/11/2019 dimulai dari pukul 09.01 WIB hingga selesai.

Dalam sidang Yustisi tersebut dihadiri 8 Pol PP dari Jakarta Barat dan Kasad pol PP dari Walikota, mendampingi pelangar yang mengikuti sidang yustisi di Aula RPTRA Kalijodoh.

Dalam sidang Yustisi tersebut dibawakan langsung oleh Hakim ketua, didampingin panitera , dan jaksa penuntut dan pelangar pelangar dari 8 kecamatan Se-Jakarta Barat.

kasad Pol PP R.M Tamo P.S Mengatakan tujuan pelaksanaan penertiban umum ini  untuk  sosialisasi kepada pemilik rumah kos ,pada panti pijat sekaligus pembinaan , kita  sekarang serius untuk melakukan  pengawasan, bahkan kalau mereka tidak punya izin dan yang menepati rumah kos  tidak melapor RT, RW kita akan kenakan hukuman denda atau sanksi administrasi,"Jelas Tamo.

Pasal yang di kenakan untuk rumah kos yaitu Pasal 36 untuk perijinan dan pasal 57 untuk  operasional maka Dendanya bila tidak ada ijin minimal 5.000.000,-bila punya ijin tidak ada loporan Rt,Rw maka dendanya mimimal 500.000,-

Dan ini akan terus kami lakukan setiap bulan tidak cukup sekali atau dua kali tapi terus menerus dan apa saja yang menganggu ketertiban umum dan Ada 10 tertib di perda 8 seperti tertib tempat usaha, tertib jalur, jadi tujuannya melakukan pembinaan sekaligus agar mereka mengurus izin, bila ada izin pemda mendapat retribusi, sementara kalau mereka mengurus izin berarti kan tertib administrasi terang,"Tamo.

Yang terpenting pengawasan kita terhadap rumah kos, jangan sampai jadi sarang narkoba,portitusi ataupun terorisme," tutup Tamo.

( Ginting )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.