Recent Posts

Unit Reskrim Polsek Kalideres Ringkus 30 Preman Palak & Lemapari Sopir Truk

Panit Reskrim Polsek Kalideres Iptu Sampe Tambunan bersama anggota Meringkus para Preman yang meresahkan para sopir.
 
 
 
News Investigasi.com,Jakarta -- Guna untuk menciptakan rasa aman,tentram dan kondusif diwilayah Hukum Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com 30 Preman ditangkap anggota Reskrim Polsek Kalideres. Puluhan preman itu diringkus setelah warga resah karena mereka kerap melakukan pungutan liar alias pungli kepada sopir truk di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Puluhan preman yang menjadi juru parkir atau pak ogah ini diamankan karena ulahnya memaksa pengendara melintas dengan cara melempari mobil dan melukai sopir.

Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana mengatakan, para pelaku dibentuk setelah membentuk tim dan melakukan operasi dengan melakukan observasi di empat lokasi putar arah Warung Gantung, terminal Kalideres Daan Mogot dan sekitarnya.

"Operasi kali ini memiliki sasaran di antaranya para preman yang kerap meresahkan masyarakat baik jukir yang berada di setiap putaran jalan maupun sekitar kawasan terminal Kalideres Jakarta Barat," ujar Indra saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Polisi mengamankan satu orang berinisial J yang terbukti melempar batu ke arah mobil melintas karena tidak memberikan uang.

Satu Kantong Uang Logam Disita Polisi
Sementara kanit Reskrim Akp Syafri Wasdar mengatakan, dari hasil observasi polisi mengamankan barang bukti uang logam satu kantong plastik. Kemudian batu untuk melempar mobil truk saat pagi tadi yang digunakan oleh salah satu Jukir di sekitar wilayah Warung Gantung Daan Mogot Jakarta Barat.

"Di mana ke 30 preman yang diamankan kami pun melakukan tes urine jika terbukti menggunakan narkoba makan prosesnya pun akan berlanjut," kata Syafri.

Polisi juga mengamankan seorang yang merusak dan menganiaya sopir truk dan saat ini masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

"Untuk yang telah melakukan tindakan pidana pelanggaran hukum kita lakukan proses Hukum yang berlaku," tandasnya. 

( Redaksi AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.