Recent Posts

Frenky Purba : Polri Harus Bisa Ungkap Secara Tuntas Kasus Penyerangan Novel Bawesdan

Frenky Purba

News Investigasi.com,Jakarta --

Di penghujung tahun 2019 Polri berhasil memenuhi janji nya, mengamankan dua pelaku penyerangan kepada penyidik senior penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, yang belakangan ini makin menghentakan fublik karena dua orang pelaku yang di umumkan Kabareskrim adalah anggota polisi aktif.

Penangkapan ini merupakan serangkaian panjang perjalanan kasus penyiraman Novel Baswedan sejak 2017 silam.

Mantan Wartawan Senior Frenky Purba menilai, tentunya ini menjadi pertanyaan, apa motif nya dan kemana arah pengembangan kasus ini. 

"Namun dalam hal ini kita berikan kesempatan bagi para penyidik Polri untuk bekerja mengacu Pasal 1 butir. 5.UU.NO.8 tahun 1981 Tentang KUHAP, " ucap Frenky.

Ia menuturkan, Polri dibawah kepemimpinan Jendral Idham Aziz akan benar-benar bersikap profesional, bekerja berdasarkan bukti-bukti yang di miliki nya.

"Semoga Polri dengan segala kewenangan yang dimiliki nya bisa mengungkap kasus ini secara tuntas, dan tentunya kasus ini menyedot perhatian fublik," katanya

Frenky menyebut, karena korban adalah di kenal sebagai penyidik KPK yang profesional dan sangat ditakuti oleh para koruptor di indonesia. Secara mengejutkan kedua pelaku merupakan anggota Polri aktif yang salah satu tugasnya adalah menumpas kejahatan kriminal dan korban menumpas dibidang kejahatan Korupsi.

Publik terus berspekulasi gamang dan tidak percaya menuntut Polri mencari intlektual dalang kejahatan ini.

"Saya pikir sangat wajar ya, karena kita semua sepakat agar negara bebas dari korupsi, dan sejak awal presiden Jokowi juga menaruh atensi besar dengan kasus ini," ujar dia.

Selain itu tambah Frenky, dirinya tidak meragukan komitmen presiden Jokowi dalam penegakan hukum khusus kasus korupsi.

"Ada baik nya kita berikan kesempatan kepada Polri dan perangkatnya bekerja melakukan penyidikan dengan tuntas, " terang putera asli Batak ini.

Pria yang aktif Berorganisasi dan kemasyarakatan juga menyampaikan, apresiasi kepada masyarakat yang menaruh perhatian tentang kasus ini dengan segala dinamika khusus. Ia pun berharap presiden terus konsen dan mengawasi   proses yang sedang berjalan ini.

"Semoga proses penyidikan ini berjalan secara transparan. Saya berharap agar tahun 2020, penegakan hukum di negara tercinta ini lebih baik," tutup Frenky.

(AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.