Recent Posts

Mahfud: Wakil Bupati Di Duga Mundur Bukan Karena Sopir Tertembak

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan sambutan disela penyerahan kompensasi secara simbolis kepada keluarga korban tindak pidana terorisme di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi kepada empat korban tindak pidana terorisme yang terjadi di Tol Kanci-Pejagan, korban di Cirebon dan satu orang korban penyerangan terorisme di Pasar Blimbing, Lamongan yang terjadi tahun

News Incvestigasi.com,Jakarta-- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah bahwa alasan Wakil Bupati Nduga Wentius Nemiangge mengundurkan diri dari jabatannya adalah karena sopir dan ajudannya tertembak aparat.

Mahfud memastikan, tak ada sopir maupun ajudan pejabat daerah di Nduga yang tertembak polisi maupun tentara.

"Itu tidak ada, tidak ada ajudan atau sopir Wabup Nduga itu yang ditembak oleh tentara maupun polisi," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2019).

Mahfud mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengonfirmasi ke TNI, Polri, hingga Menteri Luar Negeri terkait kabar tersebut.

Setelah ditelusuri, dipastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Siapa coba namanya, siapa, umur berapa, alamatnya di mana, gitu. Yang dikatakan sebagai ajudan itu kan pasti ada identitas, nah itu tidak ada ternyata," ujar Mahfud.

Oleh karenanya, Mahfud meminta supaya publik tak terprovokasi dengan informasi-informasi yang sifatnya manuver politik.

Baca juga: Wakil Bupati Nduga Putuskan Mundur Setelah Sopirnya Tewas Tertembak

"Jangan terprovokasi oleh hal-hal yang sepeti itu yang sifatnya manuver politik," kata dia.


Sebelumnya, Wentius Nemiangge mengaku sudah yakin untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan itu diambil setelah sopir yang juga ajudannya, Hendrik Lokbere, tewas tertembak pada 20 Desember 2019.

Wentius mengatakan, Hendrik Lokbere tertembak saat berjalan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Nduga, Papua.

Padahal, kata Wentius, sebelum Hendrik tertembak keadaan di Kampung Yosema relatif kondusif. Kala itu tidak ada kontak senjata.

Baca juga: Wakil Bupati Nduga Mundur Karena Tak Ingin Rakyat Jadi Korban

"Tidak ada kontak senjata, itu di tengah jalan dia dapat tembak," kata Wentius yang mengaku sedang berada di Distrik Kenyam, saat dihubungi, Jumat (27/12/2019).

Dia kemudian membuat pernyataan pengunduran diri di Bandara Kenyam pada 24 Desember 2019. Kala itu, Wentius melepaskan seragam wakil bupati di samping jenazah Hendrik.

"Saya kecewa terus, lebih baik saya (jadi) masyarakat biasa dari pada saya pusing terus," sebut Wentius.

( Red)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.