Recent Posts

Mobil BMW Milik Bule Hanyut di Perumahan Serpong Saat Banjir

Mobil Hanyut kebawa Banjir 

 

News Investigasi.com,Serpong -- Hujan besar saat malam tahun baru membuat sejumlah wilayah diterjang banjir. Tak cuma di Jakarta, tapi juga di Tangerang, Bogor dan Depok ikut banjir.

Termasuk di Perumahan Laverde, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Di sini lokasi video viral mobil BMW putih nopol B 1685 NBH hanyut karena banjir. Mobil mewah itu terseret banjir karena tembok perumahan yang membatasi sungai jebol.

Kepala Sekuriti Perumahan Laverde, Rojali mengatakan, sungai di sebelah perumahan tersebut mulai tampak tinggi Pukul 05.30 WIB. Bukan cuma tinggi, tapi juga deras.

Kemudian sekitar Pukul 06.30 WIB, tanggul pembatas jebol. Air sungai yang mengalir deras pun tak bisa dihindari masuk ke perumahan mewah tersebut.

"(Pukul) 06.30 baru kali ini meluap. Iya (pagarnya) jebol," ujar Rojali di perumahan tersebut, Kamis (2/1).

Luapan air sungai masuk kompleks perumahan dan hunian warga. Menurut dia, pada saat banjir mencapai puncaknya, ketinggian air di rumah warga mencapai pinggang orang dewasa.

1 dari 3 halaman

Mobil BMW itu sendiri dimiliki oleh seorang bule yang menikah dengan warga Indonesia. Mobil tersebut masih nyangkut di pohon tak jauh dari rumahnya.

Mobil belum dievakuasi karena masih menunggu pemilik. Sekuriti khawatir memindahkan mobil tanpa seizin pemilik.

"Jadi dia belum ada konfirmasi buat kita. Keluarga, kalau istrinya orang kita anaknya cuma satu," ungkapnya.

Bekas aliran banjir pun masih menempel di tembok rumah warga. Ketika diukur, memang tingginya mencapai pinggang.

"Itu ada batasnya. bekas dan air. Ini juga tembok pada hancur," jelas dia.

2 dari 3 halaman
Dia memprediksi jika pagar pembatas tak jebol, kemungkinan banjir tidak bakal parah. Hingga menghanyutkan tiga unit mobil yang tengah diparkir. Termasuk satu unit BMW bernomor polisi B 1685 NBH yang videonya viral di dunia maya.

"Kemungkinan kalau itu enggak jebol sih masih aman lah," ungkapnya.

Banjir yang terjadi pada Rabu (1/1) tersebut, merupakan banjir terparah yang pernah terjadi di kompleks perumahan itu.

"Ini banjir yang terparah cuma ini. Waktu 2019 itu pernah banjir, tapi nggak terlalu parah. Cuma pinggir-pinggir jalan saja," kata dia.



3 dari 3 halaman
Saat ini, dia bersama rekan-rekannya sedang dalam tahap pembersihan kompleks perumahan, dari sampah maupun lumpur akibat banjir.

"Lagi bersih-bersih, untuk jalur, kan banyak sampah juga, terus tanah juga pada masuk. Kita sekarang lagi semprot jalan biar enggak kotor lagi," tandasnya.

Pantauan merdeka.com, kegiatan bersih-bersih pasca banjir masih berlangsung di kompleks perumahan yang terletak di Kecamatan Serpong Utara itu. Di kawasan hunian, tampak warga sibuk membersihkan rumah masing-masing.

Selain itu, di blok lain yang terdiri dari deretan ruko juga terjadi kesibukan yang sama. Perabotan pun masih diletakkan, baik di luar rumah maupun di luar ruko. Sesekali tampak mobil tangki air hilir mudik dengan sejumlah petugas yang membersihkan jalan.

( Suryadi )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.