Recent Posts

Warga Lapor ke Propam Gara gara Dipukul Polisi

Ilustrasi 


News Investigasi.com,Kupang ---


Seorang warga bernama Adrianus Oswin Goleng melaporkan sejumlah polisi anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/1/2020) dinihari, atas dugaan penganiayaan.

Oswin mengaku dianiaya pada Sabtu (18/1/2020) malam setelah menanyakan prosedur penilangan yang dilakukan oleh sejumlah Polantas.

Aksi penganiayaan itu, lanjut Oswin, bermula ketika dia dan seorang rekannya berboncengan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Mereka ditilang oleh polisi di depan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang sekitar pukul 23.00 WITA.


"Selesai misa, saya dan senior berinisial BP menuju ke Kampung Solor, di depan Gereja Katedral, kami ditilang oleh Satlantas Polresta Kupang Kota," ungkap Oswin dalam rilis resmi yang diterima.

Oswin lalu mengaku meminta blanko tilang. Namun, menurut dia, polisi yang menilangnya mengatakan tidak ada blanko tilang dan diarahkan untuk mengambilnya di Kantor Satlantas Polresta.

Sepeda motor yang dikendarai Oswin dan rekannya dibawa anggota Polantas ke kantor polisi, sementara Oswin bergegas untuk mengambil blanko tilang.


Di Kantor Satlantas, Oswin mengaku menanyakan mekanisme atau standar operasional prosedur penilangan yang berlaku, seperti lokasi tilang tanpa papan informasi, bahkan blanko tilang tidak diberikan malah diarahkan ke kantor Satlantas.

Menurut Oswin, anggota Polantas Brigpol Polce Adu lalu menyebutnya "goblok". Oswin mengaku kesal dan membalasnya dengan perkataan serupa hingga kemudian sekitar 7 anggota Satlantas Polres Kupang Kota memukul dan mengusir Oswin keluar.

Dia pun langsung melapor ke Propam Polda dan langsung diarahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.


Terkait laporan itu, Kasat Lantas Polres Kupang Kota Iptu Andry Ardiyansyah membantah anggotanya melakukan penganiayaan.

"Itu kronologi berdasarkan cerita dia. Tidak seperti itu dan tidak ada pemukulan," ujar Andry, Senin (20/1/2020) pagi.

Namun Andry menuturkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan.


Dihubungi secara terpisah, Kabid Propam Polda NTT Kombes Pol Agus Suryoto membenarkan adanya laporan itu.

Menurut Agus, polisi akan memberikan sanksi tegas bila anggotanya terbukti melakukan kesalahan.


"Kami akan proses dan bila benar, maka kami hukum. Itu baru laporan sepihak, masih harus didukung dengan keterangan saksi, hasil visum, cctv bila ada dan sebagainya," kata Agus.

( Noufal )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.