Recent Posts

2 mucikari diringkus Polres Jakut & ankan 34 PSK Royal

Amankan 34 PSK Rawa Bebek Royal
Sejumlah PSK dan muncikari diamankan Polres Metro Jakarta Utara di pinggir rel kawasan prostitusi Rawa Bebek Royal, Kecamatan Penjaringan di Mapolres, Jumat, 31 Januari 2020. 


News Investigasi.com,Jakarta --


Dua tersangka mucikari Suherman (32) dan Zulkifli (22) yang bertugas menjaga rumah penampungan puluhan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Rawa Bebek Royal, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara diamankan anggota Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis (30/1/2020) kemarin.

"Kami menemukan rumah yang menjadi tempat penampungan para wanita yang berprofesi sebagai PSK. Setelah kami investigasi ada 34 orang perempuan, dan ada yang di bawah umur," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, pada Jumat (31/1/2020) di Mapolres.

Ia menyebutkan pihaknya masih mengejar lima tersangka lainnya yakni: DA sebagai pemilik kafe sekaligus muncikari, AD dan MLT sebagai kasir kafe, BDN dan MMN sebagai agensi atau makelar.

"Sekali kencan konsumen dikenai tarif Rp 150.000, Rp 90.000 untuk perempuannya, Rp 50.000, dan Rp 10.000 untuk mereka yang menjaga di tempat penampungan," ungkap Budhi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengungkapkan pihaknya menyebutkan proses pembayaran dilakukan konsumen menggunakan sistem voucher kepada kasir di kafe yang ada di kawasan Rawa Bebek.

"Dalam satu hari, PSK bisa melayani 5-7 kali. Kami menjerat ke-7 tersangka dengan Pasal 76 Junto Pasal 83 Junto Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun," kata Wirdhanto bersama Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menyebutkan pihaknya akan meminta pemangku kepentingan terkait dalam hal ini PT KAI untuk mendayagunakannya kebanyakan lahan di pinggir rel kereta yang merupakan milik PT KAI dengan konsep CAP & CIP.

"Para PSK ini datang ke Jakarta rata-rata adalah karena diimingi pekerjaan dan ekonomi. Kami akan menyerahkan pendamping 34 perempuan ini kepada Dinas Sosial melalui TP2TPA dan akan ditempatkan di Panti yang ada di Cipayung," kata Sigit.

Sedangkan Ketua LPAI, Seto Mulyadi mengungkapkan hingga saat ini Kota Jakarta Utara maupun wilayah DKI Jakarta belum menambahkan seksi perlindungan anak pada bagian kepengurusan di tingkat rukun tetangga (RT) yang amat penting dalam melakukan pencegahan dini kekerasan terhadap anak dan perempuan.

(AS)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.