Recent Posts

As.Sisca Pradita.SH : Etika Bisa Mengalahkan Logika

Pimpinan Redaksi News Investigasi.com


News Investigasi.com,Jakarta--


Wartawan jangan hanya mengandalkan kebenaran, tapi juga dikombinasikan dengan kebaikan.Senin (10/2/2020).


"Artinya pada kondisi itu, etika itu bisa mengalahkan logika," ucapnya.

Demikian pula dalam etika politik, pentingnya menjaga kesantunan di arena publik. Nuh lantas 


Kita ambil contohkan di bidang keagamaan "Abu Bakar Ash-Shiddiq, diminta Rasulullah menjadi imam salat, ini perkara baik mestinya perintah Rasulullah harus dijalankan. Karena Abu Bakar tahu ada etika," tidak Rasulullah, sepanjang ada engkau, engkaulah menjadi imam,".

Etika itu menjadi penting tanpa harus mengorbankan kebenaran. "Seringkali wartawan terjebak mengandalkan kebenaran padahal kebenaran ada masanya, etika jauh lebih penting," jelas Sisca.

Lebih lanjut  Sisca mengulas "Kita sepakat NKRI adalah final, demokrasi salah satu pilar yang dipakai di dalam NKRI. Media pers salah satu pilar demokrasi.

Membangun dunia pers sama dengan membangun demokrasi, membangun demokrasi sama dengan membangun negeri yang kita cintai. Kaidahnya jelas, sesuatu yang wajib hanya bisa sempurna karena sesuatu,".

Oleh karena itu, masih kita memperjuangkan hak-hak, termasuk membangun ekosistem yang kondusif agar dunia media bisa tumbuh berkembang pada tekadnya bagian dari tugas negara.

"Tapi disayangkan terkadang tugas negara ini dialihkan kepada dunia pers secara mandiri. Kita tidak meminta kepada siapapun karena maqom tertinggi adalah memberi, turun lagi meminta," tuturnya.

Sisca menegaskan, dunia pers tidak boleh meminta-minta, tapi ketika ada komponen bangsa yang tidak memberi itu jauh lebih jelek.

"Kita menjaga marwah kita, kita nggak ingin dunia pers begini-begini, kalau ada orang lain punya tugas tidak memberi itu tidak mulia dari dunia pers itu sendiri," .

Karna dunia pers punya ideologi yaitu good journalizm. Setidaknya ada tiga hal supaya bisa good jurnalisme. Pertama, kompetensi dari wartawan.

"Hayo cepat dilakukan upgrading kompetensi secara berkelanjutan, tapi tidak punya uang, tidak perlu meminta. Orang lain kalau ingin menjadi mulia tanpa diminta akan memberi agar dia bisa mengulas berita-berita yang deskripsi, tapi mampu memberikan pikiran-pikiran cerdasnya,".

Meskipun para wartawan sudah sangat top kompetensinya, tapi dalam melaksanakan tugas tidak merasa nyaman dan aman, diwarnai intimidasi kekerasan. "Saya bilang itu tidak bisa menghasilkan good journalizm. Dari situlah perlindungan wartawan di dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik mutlak harus dipenuhi," tegasnya.

Berikutnya setelah keamanan maka menyangkut kesejahteraan. Wartawan sudah top dalam meliput dan diberi keleluasan kalau kesejahteraan tidak dipenuhi akan mempersulit tugas-tugas jurnalistiknya.

"Hal itulah yang harus terus menerus dibangun, itu bisa terjadi kalau ekosistem, termasuk perusahaan tumbuh dengan baik,.

Sekali lagi perlu kita ingat "Pers selalu berpikir buat bangsanya, tidak berhenti berjuang untuk bangsanya. Setelah era diskrupsi ini kita selalu penuh perjuangan, memang harus berjuang dan itu adalah pilihan kita," kata Sisca.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.