Recent Posts

Dimana Presiden Warga Masyarakat Talang Batu Mesuji " Belum Merdeka

Warga masyarakat Desa Paguyuban Kelurahan Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur Lampung.

News Investigasi.com,Lampung--


Tanggal 17 Agustus selalu diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, kita harus merenungi setiap diperingatinya hari kemerdekaan, karena kemerdekaan bukan hanya diperingati setiap tahun sebagai acara seremonial tetapi tidak memberikan kesan yang berarti. Indonesia sudah 74 tahun sejak kemerdekaannya, tetapi apakah negeri ini sudah merdeka dan lepas dari segala penjajahan?. 


Tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang lain atau pihak tertentu.

Kemerdekaan merupakan sesuatu yang dicita-citakan suatu bangsa, karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, itulah yang tertulis di naskah pembukaan UUD 1945 alinea pertama. 

Namun, melihat kondisi Indonesia saat ini apakah Rakyat sudah merdeka?....

Edi Prasetio Pimpinan Perusahaan Media News Investigasi beliau juga sebagai putra daerah asal Mesuji angkat bicara.Jum,at (6/03/2020).

Edi mengatakan "Lihatlah negeri kita, yang subur dan kaya raya, sawah ladang terhampar luas samudra biru. Tapi rataplah negeri kita, yang tinggal hanya cerita, cerita dan cerita (cerita terus). 

Desa kesayangan saya tempat kelahiran Desa Paguyuban Kelurahan Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur Lampung Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah tidak memperhatikan dan tidak perduli oleh rakyatnya.

Dengan jalan tidak perna diperbaiki selama 20 tahun dan aliran listrik pun tidak perna terpasang.'apakah ini yang disebut MERDEKA".

Inilah negeri kita, alamnya gelap tiada berbintang dari derita dan derita menderita, derita terus. 

Sampai kapankah derita ini, yang kaya darah dan air mata yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi". 

Sedikit jika kita berpikir dan merenung apa yang ada di dalam kondisi bumi pertiwi saat ini. Menafikan kerusakan yang terjadi di negeri ini merupakan suatu bukti tidak peduli terhadap negeri.

Mulai dari tingginya angka kemiskinan, kerusuhan, kriminal, pembunuhan, kenakalan remaja, perzinahan, prostitusi, bahkan ternyata Indonesia masih di jajah, salah satunya dari segi ekonomi, Indonesia sudah dijajah oleh Kapitalisme Global.

Seharusnya dengan 'umur kemerdekaan' yang cukup matang (74 tahun), idealnya bangsa ini telah banyak meraih impiannya. 

Apalagi, segala potensi dan energi untuk itu dimiliki oleh bangsa ini. Sayang, fakta lebih kuat berbicara, bahwa Indonesia belum merdeka dari keterjajahan pemikiran, politik, ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, sosial dll. Indonesia belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, kerusakan moral dan keterbelakangan.

Ditambahkan Edi, mengatakan, bahwa bangsa ini secara ekonomi sudah dijajah oleh kapitalisme global,pengusaha-pengusaha yang hanya mementingkan pribadi yang di bekingin oleh para pejabat daerah.

Dia mengatakan, bahwa tak hanya dalam soal kepemimpinan yang sudah terkontaminasi unsur kapitalisme, namun saat ini juga ada sekitar 173 undang-undang yang berpihak pada asing dan tak sesuai dengan Pancasila.
      

Tingkat korupsi di Indonesiapun masih tinggi, korupsi di Indonesia semakin merajalela. 

Apa lagi ada beberapa faktor yang membuat korupsi di Indonesia terasa malah semakin banyak hingga ke berbagai pejabat lintas tingkatan. Pertama, objek korupsi yang biasa dilakukan di Indonesia adalah anggaran, baik APBN maupun APBD. Kemudian, nilai anggaran setiap tahunnya pun semakin besar.   

Hari kemerdekaan yang selalu diperingati setiap tahun tidak memberikan kesan yang sangat berarti untuk kemerdekaan Indonesia. 

Peringatan kemerdekaanhanya berupa seremonial belaka. Sebuah candu yang memberikan persepsi kalau kita sudah merdeka dan patut disyukuri. 

Padahal, semua peringatan ini akan sia-sia belaka karena kita belum merdeka secara penuh. Seremonial tahunan ini hanya memalingkan kita dari kondisi kita yang sedang terjajah.

Hari-hari yang dilalui semakin menambah tetesan air mata di bumi pertiwi, jelas kita masih dijajah, kebijakan ekonomi masih merujuk pada Kapitalisme, tragisnya, hukum kita pun masih didominasi oleh hukum-hukum kolonial. 

Akibatnya kemiskinan menjadi 'penyakit' umum rakyat. Negara pun gagal membebaskan rakyatnya dari kebodohan.

 
Rakyat juga masih belum aman. Pembunuhan, penganiyaan, pemerkosaan, pencabulan, dan kriminalitas menjadi menu harian rakyat negeri ini. Bukan hanya tak aman dari sesama, rakyat pun tak aman dari penguasa mereka yang hanya mementingkan diri sendiri .

Saya menghimbau kepada bapak presiden Repulik Indonesia bapak Joko widodo agar segerah mungkin datang dan tinjau kedaerah kami Desa Paguyuban Kelurahan Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur Lampung,dengarkan aspirasi kami,dengarkan keluhan kami dengarkan kepedihan kami dan dengarkan kesengsaraan kami yang sampai saat ini keberadaan Desa kami tidak perna diakui oleh pejabat setempat.' Ada apa ini ".Ujarnya Edi.

( Baharudin )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.