Recent Posts

Polisi Siap Penjarakan 9 Tahun atau Seumur Hidup Pelaku Perampasan Motor

Ilustrasi oknum debt collector digiring polisi.

News Investigasi.com,Jakarta--

Kelakuan oknum debt collector memang sering meresahkan masyarakat.

Walau menurut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) debt collector tidak bisa menarik paksa motor kreditan bermasalah, tapi kenyataannya sering disalahgunakan.

Beberapa kali kasus pemilik motor terlibat baku hantam dengan kawanan debt collector karena melakukan penarikan paksa.

Tapi, kini oknum debt collector dijamin gak bakal berani beraksi lagi.

Baca Juga: Kapolres Beri Jaminan, Debt Collector Jadi Musuh Bersama , Buntut Bentrokan Lawan Driver Ojol di Sleman Masih Memanas

Baca Juga: Gara-gara Debt Collector Tarik Paksa Motor Kredit Kantor Leasing Dibakar Ojol

Ada jurus jitu resmi dari polisi ketika berhadapan dengan para debt collector perampas motor kreditan.

Warga atau pemilik motor segera melapor polisi ketika oknum debt collector sedang melancarkan aksinya.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Serang, AKBP Mariyono, S.IK., M.Si.


"Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri," tegas AKBP Mariyono pada Selasa  (10/3).

"Melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri," lanjutnya.



Tindakan arogansi oknum debt collector enggak bisa dilakukan secara sepihak.

Bahkan, debt collector juga dilarang keras menarik paksa motor kreditan pakai kekerasan.

Aturan debt collector sendiri jelas tertuang pada Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.

Baca Juga: Mirip Debt Collector, Awalnya Galak Bener Motornya Dipindahin Eh Pas Disamperin Ciut, Netizen: Yang nongol jagoan Kalibata

Bahkan, Mariyono juga menyampaikan terang-terangan oknum debt collector dipastikan masuk bui.

"Debt collector itu bisa dipidana sesuai pasal 368 tentang perampasan dengan hukuman pidana 9 tahun," pungkasnya.

( Ahmad Taufik )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.