Recent Posts

Polsek Cempaka Putih Ringkus Dua Lelaki Kedapatan Membawa Narkoba


Kombes Pol Heru Novianto SIK yang di dampingi oleh Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sutrisno SH, Kasubbag Humas Polres Metro Jakpus Kompol Suwatno SE dan Kanit Reskrim Itpu Prayogo SH. Dalam press.



News Investigasi.com,Jakarta--

Unit Narkoba Polsek Cempaka Putih Jakarta Pusat berhasil amankan dua orang lelaki terduga sebagai kurir narkoba di pinggir jalan depan ATM BRI yang beralamatkan di JI. Cempaka Putih Tengah II Ket Cempaka  Putih Timur Kec Cempaka Putih, Jakarta Pusat.Sabtu (29/02/2020).

Tersangka RS dan AM. Diamankan bersama barang bukti  4 (empat) paket plastik klip sedang diduga berisi narkotika jenis shabu dengan berat brutto  30,52 (tiga puluh koma lima puluh dua ) gram, 1 (satu) unit sepeda motor, 1 (satu) unit telpon seluler merk IFONE warna hitam dan1 (satu) unit telpon seluler merk Xiomi Note 2 wama putih. 

Tersangka memliki modus dengan memiliki, menyimpan dan menguasai. 

Kombes Pol Heru Novianto SIK yang di dampingi oleh Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sutrisno SH, Kasubbag Humas Polres Metro Jakpus Kompol Suwatno SE dan Kanit Reskrim Itpu Prayogo SH. Dalam press rilisnya beliua mengatakan pada saat anggota tim buser narkoba Polsek Cempaka Putih sedang obeservasi di wilayah, terlihat dua orang lelaki yang di curigai, kemudiam dengan insiatif anggota langsung mendekatinya, sehingga terlihat satu di antaranya panik dan ingin kabur.

"Pada saat anggota buser Polsek Cempaka Putih Jakarta Pusat melakukan observasi wilayah hukum Cempaka Putih, mencurigai 2 (dua) orang laki – Iaki sedang berhenti di TKP, saudara AM di atas sepeda motor dan saudara RS sedang berdiri. Anggota buser langsung mendekati ke 2 (dua) org laki – laki tersebut, saat itu saudara AM ingin menyalakan sepeda motor anggota buser langsung mengenalkan saudara RS dan saudara AM, saat dilakukan penggeledahan badan pakaian ditemukan barang bukti narkotika jenis shabu di TKP, dan' keterangan RS dan AM kedapatan menyimpan kristal diduga narkotika jenis shabu didapatkan dan' A. setelah dilakukan analisa dan pengembangan mengarah ke A selanjutnya dikeluarkan daftar DPO terhadap A." Paparnya.

Tersangka dapat dikenakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana ponian paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua pulu) tahun dan pidana denda paling & 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000. 000.000,00 (sepuluh miliar rupiah ).

( Ahmad Taufik )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.