Recent Posts

As.Sisca Pradita.SH : Dimana Perhatian Pemerintah Terhadap Wartawan, Ditengah Virus Covid-19

As.Sisca Pradita.SH ( Pimpinan Redaksi News Investigasi.com ).
 

News Investigasi.com,Jakarta--

Wabah virus Corona atau Covid-19, yang sampai saat ini masih menakutkan dan megkwatirkan warga masyarakat.

Wabah virus Covid-19 tersebut masih menelan korban jiwa dibeberapa daerah- daerah.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah,TNI dan Polri guna mencegah penyebaran wabah tersebut.

Dan sampai saat ini tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti kapan pandemi virus Corona akan berakhir. Meskipun ada beberapa analisa penelitian dari hasil modeling matematika, belum bisa dijadikan rujukan karena faktor-faktor yang diasumsikannya terlalu banyak. 

Apalagi variabel dan atributnya dianggap konstan, padahal mutasi virus dikabarkan sudah berubah - ubah. 

Tapi terlepas dari semuanya, kita juga tidak boleh pesimis menghadapi wabah ini.

Sebagaimana diketahui bersama, wabah ini tidak sekedar masalah kesehatan semata, karena dampaknya sangat luas terhadap perekonomian dan aktivitas kehidupan. 

Kita seringkali melihat tayangan di media terkait pemberian bantuan pada tukang becak, ojol, gelandangan dan sebagainya. Hal ini tentu sangat baik, tetapi ada yang terlupakan yaitu nasib para awak media.Senin (27/5/2020).

Terkait hal tersebut, Pimpinan Redaksi Media News Investigasi com, As.Sisca Pradita.SH, sangat prihatin terhadap para awak media yang selalu meliput dilapangan tampah mengenal lelah,letih,lesuh demi mengejar berita perkembangan wabah Covid-19 tersebut.

Menurut Sisca permasalahan yang dihadapi oleh para awak media sebenarnya tidak hanya saat pandemi Corona seperti saat ini saja. Banyak permasalahan seperti upah murah, kadang gaji dibayar telat, bahkan sangat rentan terhadap resiko menjadi korban kekerasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Oleh karenanya sisca berharap agar perusahaan pers wajib melindungi wartawan saat bertugas, memperhatikan kesejahteraannya secara profesional . "Ujar Sisca.

" Apalagi di masa pandemi Corona, saat mendapat tugas liputan di lapangan tentu sangat beresiko terpapar virus. Oleh karena itu perhatikan keselamatan, dan gunakan alat pelindung diri. Tidak lupa untuk menjaga stamina tubuh dan kebersihan. Pulang bertugas segera pulang ke rumah, mandi dan cuci pakaian guna memastikan kondisi badan bersih ", harap Sisca.

Jika tidak terlalu terpaksa harus ke lapangan, bekerja di rumah tentu akan lebih baik. Perbanyak network terutama dengan para jurnalis senior agar bisa berbagi news atau opini tanpa harus dibayar alias tidak minta upah. Ada berita atau informasi yang bisa dimuat tanpa mengeluarkan biaya dan minim resiko. Ungkap Sisca.

Kemudian Sisca juga mengatakan bahwa, " Selama 21 tahun dirinya menjadi seorang jurnalis, tahu persis liku-liku dan kesulitan seorang jurnalis. Memperoleh berita itu tentu tidak mudah, karena harus jelas memperoleh sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Informasinya valid dan up to date.

Untuk mendapatkan informasi tersebut kadangkala ada "tuduhan/sangkaan" sehingga untuk bertemu saja susah. Belum lagi ketika meliput di lapangan selalu ada resiko tindak kekerasan. 

Sementara tatkala bicara kesejahteraannya, siapa yang memperhatikan ? Bahkan di saat wabah seperti saat ini, siapa yang peduli ? Apakah profesi jurnalistik termasuk profesi yang dapat menerima bantuan ?

Untuk itulah profesi jurnalis harus bersatu memperjuangkan kesejahteraan, karena kalau bukan dirinya yang memperjuangkan, lalu siapa lagi ? Demikian juga awak media online yang mengandalkan pendapatan dari sponsor, dimana besarnya tergantung pada traffic media tersebut. 

Sementara saat seperti ini, mendapatkan sponsor tentu juga tidak mudah. Oleh karena itu sudah selayaknya Pemerintah ikut membantu meringankan beban para awak media ini ", ungkapnya.

Terakhir Sisca menghimbau teman-teman awak media untuk berhati-hati saat bertugas dan mengikuti protokol peliputan dan kesehatan serta keselamatan. Giat bekerja, cerdas meliput dan menarik dalam penyajian beritanya. Tidak selalu "bad news is a good news". How to educate the public to keep healthy is our moral responsibility." Pungkas Sisca.

( AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.