Recent Posts

Banyak Travel Jakarta-Lampung Jadi Korban Pungli oleh Oknum

Wilayah Gayabaru Lampung


News Investigasi.com,Lampung--


Banyaknya pungutan liar kepada pengemudi atau sopir travel Jakarta- Lampung semakin tak terbendung,seakan-akan Hukum tidak ada diwilayah tersebut.

 
Demikian hal ini dikatakan salah satu pengemudi atau sopir trevel Jakarta lampung yang tidak mau disebutkan nama nya kepada wartawan News Investigasi.com.

Beliau menjelaskan disepanjang jalan terminal Gayabaru yang menjadi ajang pemungutan liar ( pungli ) oleh oknum pelaku pungli tersebut tidak mau dinegosiasi.

"Mereka tersebut langsung pukul rata dalam satu mobil meminta pungutan liar. Hal itu belum termasuk pungutan yang dilakukan para oknum tersebut yang melakukan ".Minggu ( 19/4/2020).

Pungutan liar ( Pungli ) yang diminta oleh para oknum di jalan Gayabaru beliau menambahkan jalur pungli sebesar pada hari basa per satu rit / per satu mobiL biasa 50.000 dan Hari Raya Lebaran dan tahun baru 100.000 dan ada Biaya tahunan 150.000,-.Kurang Lebih ada Sekitar 50 Kendaraan TreveL Jakarta-lampung disana, yang diduga disetor oleh sala satu paguyuban Trevel Putra Subing.

Saya mewakili rekan rekan pengemudi atau sopir trevel Jakarta-lampung, mohon kepada aparat kepolisian polda lampung ,Dishub agar mengecek kelapangan dan tindak oknum yang tidak bertanggung jawab,yang telah mengambil dan mengutip pungutan liar tersebut.

 

Dan juga kepada polsek Seputih Surabaya untuk menindaklanjuti Aksi Premanisme Perkusi dan Pungli terhadap para Sopir Trevel yang menjadi korban yang berada di terminal Gayabaru, yang mengatas nama kan Jasa pengawalan ojek.

Dan juga mohon kepada petugas Dishub agar ditindaklanjuti Trevel gelap Putra Subing, karna Trevel tersebut selain tidak mempunyai izin, Trevel ini juga sering membawa penumpang melebihi kapasitas ditengah-tengah wabah nya Virus Corona atau Covid-19 tersebut.

Kepada Polda Lampung,Polsek Surabaya dan Dishub, " Ini Negara Hukum " Suarakan yang Benar kalau memang itu Benar dan katakan yang salah kalau memang itu salah dan ditindaklanjuti ".Ujarnya Pengemudi.

( Baharudin )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.