Recent Posts

Ikrom : Driver Ojol Menjerit, Dilarang Bawa Penumpang Selama Masa PSSB. "Kami Mau Makan Apa"

Ikrom Driver Ojol


News Investigasi.com,Jakarta--

Pengemudi ojek online (ojol) tidak terima adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 yang berdampak pada pekerjaan mereka.

Sebab, semenjak wabah virus corona, kehidupan mereka juga sudah merana.

Satu di antara ojol yang menolak keras pelarangan mengantar penumpang selama PSBB diterapkan.

Menurut Ikrom, selama wabah Virus Corona melanda Ibu Kota Jakarta, penghasilannya sudah turun drastis 80 persen.

Biasanya, dalam sehari Ikrom bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 450 ribu selama 14 jam beroperasi.

Namun kini 18 jam beroperasi, uang Rp100 ribu pun sulit dikantongi.

"Kalau ditambah pelarangan agar kami tidak angkut penumpang, kami mau makan apa?" kata Agam saat dihubungi, Minggu (12/4/2020).

Ikrom meminta pemerintah jangan sewenang-wenang dalam menerapkan kebijakan.

Terlebih, dalam kebijakan itu pemerintah juga tidak menjamin adanya kompensasi untuk ojol yang sementara dirumahkan

Ia berharap pemerintah memikirkan nasib ojol yang hanya menggantungkan penghasilan dari membawa penumpang.

Sebab, banyak ojol yang tidak mendaftarkan diri untuk mengantarkan makanan atau barang.

"Saya penginnya ada kompensasi minimal Rp 100 ribu per hari dari pemerintah,"

"Kalau memang ada kompensasi itu kami bisa terima, kalau enggak ada kami enggak terima," jelas pria yang sudah tiga tahun menarik ojol itu.

Sekali lagi saya mohon kepada pemerintah pusat dan Gubetnur DKI Jakarta harus memperhatikan kami jnagan menanbah penderitaan kami,karna kami semua menghidupkan keluarga dari penghasilan ngojek.Ujarnya Ikrom.

( AS)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.