Recent Posts

Sebanyak 36.963 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 1.203 Orang Positif

Ketua Tim Tanggap COVID-19 DKI Jakarta yang juga Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov DKI, Catur Laswanto, di Balairung, Balai Kota


News Investigasi.com,Jakarta--

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 terhadap 36.963 warga Jakarta.

Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto mengungkapkan, sebanyak 1.203 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Ia menyatakan persentase positif bagi yang mengikuti rapid test adalah 3,3 persen.

"Pemprov DKI Jakarta juga masih terus melakukan rapid test di 6 wilayah kota atau kabupaten administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sampai dengan Minggu, 12 April 2020, total sebanyak 36.963 orang telah menjalani rapid test," ucap Catur dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Sebanyak 35.760 orang dinyatakan negatif setelah mengikuti rapid test tersebut

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan metode PCR.

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

Jumlah  pasien positif Covid-19 di Jakarta mencapai 2.242 orang hingga Senin ini

Dari total pasien positif Covid-19 di Ibu Kota, 142 orang dinyatakan sembuh, sementara 209 pasien lainnya meninggal dunia.

Kemudian, 1.370 pasien dirawat di rumah sakit dan 521 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan data tersebut, tingkat kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 di Jakarta sebesar 9 persen, sementara persentase kesembuhan adalah 6 persen.

Selain itu, masih ada 873 orang yang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ada pula orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

ODP yang saat ini masih dipantau sebanyak 575 orang, sementara PDP yang masih dirawat sebanyak 1.127 pasien.

( Red )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.