Recent Posts

Terminal Kalideres Sudah Tidak ada Lagi Bus Yang Masuk Maupun Yang Datang " Seperti Kuburan "


Suasana Terminal Bus Kalideres.

News Investigasi.com,Jakarta--

Sejak diberlakukan nya Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ), dan diperpanjang kembali oleh Gubernur DKI Jakarta guna pencegahan wabah Virus Corona atau Covid-19.

Dan diperkuat larangan mudik dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sampai dengan 22 mai 2020 mendatang.

Tempat-tempat fasilitas umum sudah banyak yang sepi tidak seperti biasanya.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat sejak jum'at (24/4/2020) kemarin sudah menutup layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Dan tampak terlihat loket Perusahaan Otobus (PO) tak lagi layani penjualan tiket perjalanan.

Dan juga oleh awak media Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen beserta anggota nya selalu siaga dan menjaga diluar maupun didalam terminal 

Revi mengatakan kepada awak media News Inveatigasi.com memang masih ada masyarakat yang datang dan belum tahu ada aturan penyetopan layanan bus AKAP diterminal kalideres ini.Senin ( 27/5/2020).

Untuk itu petugas kami didepan pintu masuk melakukan imbauan kepada warga masyarakat yang belum terinfo secara lisan mulai dari pintu masuk terminal, lokasi loket bus, hingga menggunakan pengeras suara.

"Kita imbau dengan pengeras suara dan secara lisan juga. Baik di pintu masuk terminal maupun di lokasi loket bus," kata Revi kepada News Investigasi.com.

Ditambahkan revi, calon penumpang kemudian diimbau atau diarahkan untuk kembali ke rumahnya masing - masing.

"Penumpang yang datang dan belum tahu adanya Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 masih ada, tetapi kita arahkan kembali ke rumahnya masing - masing karena layanan bus AKAP Terminal Bus Kalideres sudah ditutup," pungkasnya.

Adapun kebijakan penutupan layanan selaras dengan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H.

Tertuang di dalamnya, larangan sementara penggunaan transportasi untuk kegiatan mudik. Kebijakan ini berlaku bagi transportasi laut, udara, dan darat, termasuk juga bus antar kota antar provinsi (AKAP) Ujarnya Revi.

( AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.