Recent Posts

Bantuan Sembako Dari Presiden Di RW 02 Jembatan Lima " Babaliyut " Data Tidak Akurat

Bantuan Sembako dari Presiden buat warga masyarakat di RW 02 Kelurahan Jembatan Lima Kecamatan Tambora Jakarta Barat semraut dengan data yang tidak akurat.

News Investigasi.com,Jakarta--

Penyebaran wabah virus corona atau covid-19, yang masih berlanjut keberadaannya disetiap daerah-daerah.

Dari Dampak penyebaran wabah virus corona atau covid-19 tersebut, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah,TNI,Polri hingga pemerintah daerah dalam penekanan,pencegahan wabah virus tersebut.

Pemerintah pusat dalam mengambil keputusan dari larangan mudik hingga diberlakukan nya pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) membuat warga masyarakat tidak bisa berdaya dalam setuasi yang dialaminya sehari-hari.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com, Bantuan dari Presiden Republik Indonesia disalurkan di wilayah RW 02 Kelurahan Jembatan Lima Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

Pemantauan dari awak media News Investigasi.com, bantuan dari Presiden berupa sembako yang diterima langsung ke sekretariat RW 02, yang kana penerima bantuan tersebut data nya amburadul sehingga banyak warga masyarakat yang tidak menerima bantuan tersebut.

Salah satu warga yang tidak menerima bantuan tersebut merasa kecewa terhadap pemerintah, " Saya sudah puluhan tahun tinggal di RW 02 Kelurahan Jembatan Lima dan sebagai warga negara yang terkena dampak tersebut kenapa tidak ada bantuan terhadap keluarga saya'..katanya warga.

Dan salah satu tokoh masyarakat Jembatan lima H.Syarif beliau mengatakan kepada awak media News Investigasi.com, pembagian sembako kepada warga msyarakat yang terkena dampak wabah Virus corona dari presiden memang sudah benar,akan tetapi dari pemerintah daerah dari pihak walikota,kecamatan,kelurahan dinas sosial hingga ketua RT dan RW seharusnya mendata warga nya yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Jangan sampai bantuan dari presiden salah sasaran dan tidak tepat bagi yang menerima nya.

Saya hanya mengimbau kepada pemerintah agar dikaji ulang siapa-siapa yang berhak untuk mendapat bantuan tersebut " jangan yang kaya dikasih justru yang tidak punya tidak mendapatkan batuan tersebut.Tegasnya.

( Yoko )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.