Recent Posts

Polisi Ringkus Penjual Surat Jalan Covid-19

Surat Jalan Covid-19


News Investigasi.com,Jakarta---

Pemerintah menerbitkan aturan yang menjadi petunjuk pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah persebaran pandemi virus corona. Pengaturannya melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Salah satu kriterianya adalah surat keterangan sehat yang diperoleh dari dokter di rumah sakit, puskesmas, atau klinik.

Namun masih saja ada pihak yang memanfaatkan dan mencari keuntungan atas SE tersebut. Pihak kepolisian pun langsung menangkap dua kelompok penjual surat keterangan bebas Covid-19 palsu di kawasan Gilimanuk, Jembrana, Bali, dengan total tujuh tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kasus pertama, Polres Jembrana menangkap tiga tersangka.

Kombes Ahmad menuturkan, tersangka yang diketahui inisial FMN (35) tertangkap basah ketika sedang bertransaksi. FMN diketahui berprofesi sebagai pengemudi travel.

"Unit Reskrim Polsek Pelabuhan Gilimanuk berhasil mengamankan pelaku FMN sedang bertransaksi surat tersebut," ujar Kombes Ahmad, Jumat (15/5/2020).

Selanjutnya, polisi meringkus tersangka PB (20) selaku pengurus travel dan SW (30) yang bekerja sebagai wiraswasta di bidang percetakan. Ketiga tersangka ditangkap di Jembrana pada Kamis (14/5/2020) kemarin.

Dari ketiga tersangka, polisi mengamankan lima lembar surat keterangan dokter dengan data yang sudah terisi dan tanda tangan palsu, uang tunai Rp 200.000, enam lembar blangko surat, dua telepon selular dan sebuah komputer.

Setelah itu, di hari yang sama, polisi meringkus empat tersangka di rumah masing-masing yang tak disebutkan secara rinci. Keempat tersangka berinisial WD (38), IA (35), RF (25) dan PEA (31).

Kombes Ahmad menuturkan, modus para pelaku adalah memanfaatkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"Motif para pelaku adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi, per lembar surat keterangan dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 300.000," katanya.

Untuk itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara.

( Red )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.