Recent Posts

As.Sisca Pradita.S.H : " Ingat " Anak Adalah Anugrah Terindah & Titipan

As.Sisca Pradita.S.H ( Pimpinan Redaksi News Investigasi.com.

Anak Anugerah Sekaligus Amanah Allah Swt. Anak-anak yang lahir ke bumi sudah membawa rizki. Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah ( titipan) yang Allah berikan kepada setiap orang tua.

"Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan yang sangat keras terhadap orangtua yang lari dari tanggung jawab ini. 

"Sesungguhnya Allah memiliki para hamba yang tidak akan diajak berbicara pada hari kiamat, tidak disucikan dan tidak dilihat." Lalu beliau ditanya: 

"Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Anak yang berlepas diri dari orangtuanya dan membencinya serta orangtua yang berlepas diri dari anaknya."

Anak adalah anugerah dan amanah dari Allah swt yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap orang tua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. 

Orangtua seharusnya mensyukuri nikmat yang tak terhingga, karena dipercaya untuk membesarkan anak-anaknya. Untuk mensyukurinya wajib menjaga pertumbuhan dan perkembangannya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. 

Dengan harapan anak bisa menikmati perjalanan hidupnya sebagai anak yang sholeh atau sholehah dan mencapai kemandirian, yang akhirnya menjadi kebanggaan orangtua, agama, bangsa dan ummat manusia.

Orangtua diberi amanah oleh Allah swt dengan kehadiran anak, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, melainkan juga untuk kehidupan di akhirat. 

Ingat bahwa tidak semua orangtua dianugerahi anak, kecuali yang dipercaya. Begitu sang isteri mengandung, di saat itulah isteri dan suami, sebagai calon orangtua wajib mempersiapkan diri untuk menjaga sejak dalam kandungan hingga dilahirkan berlanjut sampai anak siap membangun keluarga sendiri.

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah dan titipan yang Allah swt berikan kepada orangtua.

Keberadaan anak sangat dinanti-nantikan oleh orangtua sebagai penyempurna kebahagiaan dalam keluarga. Tidak jarang pasangan yang belum dikarunia anak pun akan melakukan berbagai usaha demi mendapatkan anak. Karena rumah tanpa anak akan terasa sepi dan tak berwarna.

Dalam Islam, anak berpotensi menyandang status yang berlawanan: membahagiakan dan mencelakakan. Anak sebagaimana anugerah Allah swt lainnya, tergantung kepada penerima anugerah tersebut, dapat menghantarkannya kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat, juga sebaliknya dapat menjerumuskannya dan membuatnya sengsara di dunia juga akhirat.

Anak sebagai Penyejuk Hati dan Penenang Jiwa

Anak merupakan titipan Allah swt paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik. Jika orangtua dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan benar maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuk hatinya. 

Dalam al-Quran Allah swt menjelaskan tentang ciri-ciri pola hidup di antara hamba pilihan-Nya, di mana salah satu pola hidup mereka adalah senantiasa berdoa agar memiliki anak keturunan yang akan menjadi penyejuk hati dan penenang jiwa. 

Dengan sendirinya keberadaan anak itu sendiri akan menjadi penyejuk dan penenang jiwa orangtua, terkhusus pada masa-masa lucu usia dini. 

Keberadaannya, semua tingkahnya, kelucuannya, akan menjadi penghibur bagi orangtua dan penghilang rasa penat. Tidak jarang orangtua yang jika sibuk dengan pekerjaannya, untuk sekadar refreshing ia akan bermain dan bercanda bersama anaknya.
 

Namun, dengan berjalannya waktu, usia kelucuan anak akan berkurang dan ia akan berkembang tumbuh besar.

Sifat dan karakternya akan terbentuk, apakah menjadi anak yang soleh-solehah sehingga akan menjadi penyejuk hati dan penenang jiwa bagi orang tuanya, ataukah sebaliknya, anak akan menjadi pencoreng orangtua dan menjerumuskannya? Ini semua tergantung pada pengarahan dan pendidikan orangtua.


Anak sebagai (Penerus Keturunan)
Anak adalah anugerah Allah swt yang akan meneruskan garis keturunan dan cita-cita orangtua. 

Anak sebagai Perhiasan Dunia

Allah swt telah menjadikan semua yang ada di muka bumi ini sebagai perhiasan dalam kehidupan, termasuk harta dan anak-anak.

Anak menjadi perhiasan maksudnya adalah bahwa gelar, prestasi, kesuksesan dan kebaikan anak-anak akan menjadi kebanggaan orang tua dan menjadikannya baik di mata masyarakat.
Dalam beberapa ayat lainnya eksistensi anak dalam al-Quran memiliki konotasi negatif.


Mencintai Anak

Rasulullah saw telah menekankan pada kita agar mencintai anak. Beliau bukan saja hanya memberikan perintah, namun juga mencontohkannya. Mencintai anak-anak juga tidak hanya diucapkan, namun harus dibuktikan dengan perbuatan, misalnya dengan menciumnya, memeluknya, dan lainnya.

"Cintailah anak-anak dan berlemah-lembutlah kepada mereka." 


Menghargai Anak

Banyak riwayat yang menganjurkan agar kita menghargai anak.

( Red )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.