Recent Posts

Protokol Kesehatan Harga Mati Diperketat di Terminal Kalideres Jakarta Barat

Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan bersama Kanit lalu lintas Polsek Kalideres AKP Arief Rahman memantau langsung protokol kesehatan dan sosilisasi 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak didalam terminal kalideres Jakarta barat.

News Investigasi.com,Jakarta--

Guna untuk mengantisipasi dari penyebaran wabah virus corona atau covid-19 yang keberadaannya masih sangat merajalela di ibukota Jakarta.

ubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan rem darurat dan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) awal.

PSBB total yang akan diberlakukan di DKI Jakarta mulai diterapkan pada Senin (14/10) mendatang.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen bersama Kanit lalu lintas Polsek Kalideres AKP Arief Rahman memantau langsung protokol kesehatan dan sosilisasi 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak didalam terminal kalideres.

Hal itu dilakukan untuk menekan angka penularan pandemi Covid-19 yang semakin naik pada PSBB masa transisi fase I.

Kepala terminal Kalideres Revi zulkarnaen belaiu mengatakan pemantauan protokol kesehatan guna untuk mengatisipasi dari penyebaran wabah virus corona atau covid-19.

Dan juga bertujuannya agar para karyawan PO bus, supir dan calon penumpang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di area terminal Kalideres, Jakarta Barat.

"Kami hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan 3M demi kepentingan bersama dari ancaman Covid-19. Sekaligus juga membagikan masker," ujar Revi, Jumat (11/9/2020).

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini kawasan Ibu Kota Jakarta memasuki darurat Covid-19 dengan mengalami peningkatan jumlah kasus penyebaran Covid-19.

"Kami berharap, tumbuh kesadaran masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan agar Covid-19 cepat berakhir," imbuhnya.

Untuk di area terminal Kalideres kata Revi, masyarakat terlihat sudah tertib mengenakan masker. Namun jika ada ditemukan yang tidak mengenakan masker akan diberikan sangsi fisik berupa push up.

"Sementara penggunaan masker cukup disiplin. Tapi bagi pelanggar yang tidak menggenakan masker kita berikan sangsi push up, setelah itu kita diberikan masker," tandasnya.

( As )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.