Recent Posts

Camat & Satpol PP Kecamatan Cengkareng Tutup Mata,Cafe Buka di Masa PSBB Ketat

Hiburan malam Cafe .

News Investigasi.com,Jakarta--

Dalam masa pandemi covid-19 dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di DKi Jakarta.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com RM Cafe yang terletak di bilangan lampu bangjo dan Rudan Cafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat buka setiap malam pada masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ketat.

Masyarakat sekitar, khususnya di Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengkhawatirkan dengan tetap dibukanya RM Cafe dan Rudang Cafe tersebut akan meciptakan klaster baru penularan covid-19.

"Jelas kami khawatir adanya RM Cafe dan Rudang Cafe masih buka di masa pandemi covid-19 ini. Bisa saja dengan tetap bukanya RM Cafe akan menciptakan klaster baru virus covid-19, karena yang namanya cafe itu kan tempat orang berkumpul," ujar warga.

Nampaknya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya belum efektif dan tidak ditaati masyarakat, khususnya oknum pengusaha tempat hiburan malam. Pasalnya, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 tahun 202 tentang PSBB seolah diabaikan oleh pemilik usaha RM Cafe di Jl. Lingkar Luar Barat, No. 3A Kelurahan Cengkareng Barat, dan Rudang Cafe di Jalan Daan mogot kelurahan Kosambi Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ini.

RM Cafe dan Rudang Cafe sebagai penyelenggara tempat hiburan ini terus beroperasi meskipun hampir seluruh tempat hiburan di DKI Jakarta tutup. Hal itu mengundang banyak pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, kemana aparat penegak hukum dan penegak peraturan daerah (Perda) saat ini.

Dari keterangan salah satu karyawan RM Cafe yang ditemui wartawan mengatakan, mereka tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya untuk 'koordinasi' kepada pemilik wilayah hukum, baik Pemerintah Kota Jakarta Barat sebagai pemilik Perda, juga koordinasi kepada penegak hukum yang diduga 'membackup' tempat hiburan malam tersebut.

"Bulan ini aja omzet Cafe ini mencapai Rp. 670 juta, yang tadinya managemen hanya punya target Rp. 500 juta sajah," kata salah seorang karyawan RM Cafe saat berbincang-bincang dengan wartawan di lokasi, Rabu (07/10/2020) malam.

Informasi dari masyarakat sekitar, RM Cafe hampir setiap malam dipadati pengunjung. Momen penutupan tempat hiburan malam lainnya di Jakarta diduga dimanfaatkan oleh pemilik RM Cafe meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, bahkan sampai melebihi target dan tanpa menghiraukan penyebaran wabah Covid-19.

"Tiap malam buka bang. Rame banget kalau malem, mungkin karena yang lain pada tutup," kata seorang tukang ojek online (Ojol) yang kebetulan mangkal di depan RM Cafe malam itu.

Sementara itu Camat Cengkareng Kota Administrasi Jakarta Barat Faqih mengatakan, bahwa sudah banyak yang menanyakan keberadaan RM Cafe yang masih tetap buka di masa PSBB ketat di wilayahnya.

"Ini seharusnya Satpol PP yang harus menggebuknya, karena saya sudah berikan edaran cafe harus tutup di masa pandemi covid-19," kata Faqih, Jumat (9/10/2020).

( Yoko Gunawan )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.