Recent Posts

" Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) " Kemana Tempat Hiburan Cafe,Panti Pijit Masih Pada Buka

Cafe dan Panti Pijit

News Investigasi.com,Jakarta--


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 25 Oktober 2020. Tapi kali ini sedikit dilonggarkan dan disebut sebagai PSBB Transisi.

Dari dokumen PSBB Transisi yang dikutip Minggu (11/10/2020), Anies memperbolehkan mall, pabrik, perkantoran, pasar rakyat hingga tempat wisata di DKI Jakarta buka hingga malam atau hampir ke jam normal sebelum adanya COVID-19.

Namun sangat ironis. Pasalnya, masih ada tempat hiburan malam yang terbukti tetap buka. Tempat hiburan malam itu dijumpai di kawasan Cengkareng Jakarta Barat.

Salah seorang masyarakat setempat yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, tempat hiburan yang berada di kawasan Cengkareng itu tetap buka meski Pemprov DKI belum memperbolehkan buka untuk tempat hiburan malam, griya pijat hingga karaoke.

"Di sana tetap buka. Kayanya diduga adanya permainan aparat setempat, jadi bebas aja (buka)," katanya.

Mendapati informasi tersebut, tim News Investigasi.com, menelusuri kebenaran adanya tempat hiburan malam di kawasan Cengkareng yang tetap buka.

Dalam pantauan di lapangan, benar, ada salah satu tempat hiburan malam yang masih tetap beroperasi di masa PSBB.

Ketika ditelusuri lebih jauh, saat sudah berada di dalam, terjadi berbagai pelanggaran mulai dari pengoperasian bar secara terbuka. Selain itu, terlihat dari minimnya pengunjung yang memakai masker, tidak ada jaga jarak minim satu meter (physical distancing).

Sekurity pun tidak terlihat mengatur protokol kesehatan seperti yang dianjurkan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Ironisnya, miras terlihat dijual bebas dan gelas-gelas sloki minuman terlihat di meja. Tidak menutup kemungkinan gelasnya bisa dipakai berganti-ganti oleh orang yang berbeda.

Sudah sangat jelas ini akan jadi bom waktu penyebaran COVID-19.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan, penyebaran COVID-19 di Jakarta Barat jelas makin tidak terkendali. Pemerintah DKI Jakarta khususnya Jakarta Barat harusnya lebih keras dan disiplin dalam menerapkan peraturan pada pelanggar ketentuan protokol kesehatan.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf)harus lebih ketat mengawasi para pelaku industri pariwisata serta operasional tempat hiburan malam yang belum boleh beroperasi. Khususnya wilayah Cengkareng Jakarta Barat.

Bahkan lebih baik, pengusaha tempat hiburan malam diberi sanksi tegas dengan pencabutan ijin usaha untuk memberikan efek jera.

Jika berkaca dari hasil penelusuran di lapangan, muncul adanya dugaan kuat pemainan antara pengusaha tempat hiburan malam kepada petugas dalam hal ini tiga pilar Cengkareng Jakarta Barat. Seolah-olah petugas menutup matanya rapat-rapat hingga terkesan membiarkan tempat hiburan malam itu beroperasi.

( AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.