Recent Posts

DKI Masih Masuk Zona Merah Covid-19, Masih ada 20 RW Ini Daftarnya

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19.

News Investigasi,Jakarta--

Pemerintah DKI Jakarta mencatat terdapat 20 rukun warga (RW) masih tergolong zona merah Covid-19.

Artinya, di 20 lokasi itu tingkat risiko penularan Covid-19 tinggi, sehingga masuk dalam wilayah pengendalian ketat (WPK).

Data ini diperbarui pada 12 November 2020.

Zona merah Covid-19 tersebar di 5 RW Jaktim, 5 RW Jaksel, 5 RW Jakbar, 1 RW Jakut, dan 4 RW Jakpus.

Dalam laman corona.jakarta.go.id terangkum juga 25 kelurahan dengan kecepatan tingkat infeksi tertinggi. Data ini dijadikan dasar perhitungan untuk penerapan WPK pada 13-26 November 2020.

Jumlah RW zona merah saat ini berkurang ketimbang periode sebelumnya. Pemerintah DKI menghimpun ada 22 RW zona merah per 29 Oktober 2020 atau dua pekan sebelum data diperbarui.

Berikut rincian 20 RW zona merah Covid-19 terhitung sejak 12 November 2020:
1. Jakarta Timur:
- RW 001 Kelurahan Bali Mester
- RW 005 Kelurahan Dukuh
- RW 002 Kelurahan Gedong
- RW 007 Kelurahan Halim Perdana Kusumah
- RW 007 Kelurahan Utan Kayu Utara

2. Jakarta Pusat:
- RW 007 Kelurahan Bendungan Hilir
- RW 005 Kelurahan Johar Baru
- RW 001 Kelurahan Paseban
- RW 003 Kelurahan Paseban

3. Jakarta Selatan:
- RW 010 Kelurahan Grogol Selatan
- RW 002 Kelurahan Kalibata
- RW 003 Kelurahan Pejaten Barat
- RW 003 Kelurahan Pela Mampang
- RW 009 Kelurahan Rawajati

4. Jakarta Utara:
- RW 004 Kelurahan Kelapa Gading Timur

5. Jakarta Barat:
- RW 009 Kelurahan Rawasari
- RW 003 Kelurahan Slipi
- RW 005 Kelurahan Taman Sari
- RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan
- RW 001 Kelurahan Tomang

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan adanya pengetatan pengendalian Covid-19 di RW zona merah bebarengan dengan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pertama pada Juni 2020.

Belakangan dia tak lagi fokus pada zona warna lantaran warga Jakarta melakukan mobilitas ke banyak tempat setiap hari. Menurut dia, pengendalian pandemi Covid-19 di Ibu Kota tidak bisa hanya beralaskan jumlah pasien di satu wilayah.

Pemerintah DKI juga perlu memantau kasus Covid-19 secara keseluruhan se-Jabodetabek. "Jadi tidak fokus ke warna karena di Jakarta mobilitas penduduknya lintas wilayah. Pagi tinggal di Jakarta Timur, siangnya bekerja di Jakarta Barat, malamnya berkegiatan di Jakarta Pusat," kata dia, 6 November 2020.

( Dayat )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.