Recent Posts

Pengamat: Pelaku Berkantong Tebal Artis Terjerat Narkoba Selalu Direhab

IIlustrasi

News Investigasi.com,Jakarta--

Fenomena artis terlibat narkoba bukan lagi cerita baru. Selama ini, sebagian besar artis yang ditangkap karena terlibat penyalahgunaan narkoba, berakhir pada panti rehabilitasi.

Sangat jarang yang diproses hukum sampai ke pengadilan. Sebagai seorang publik figur, dengan banyak penggemar, sudah sepatutnya mereka dikenakan sanksi hukum.

Terkait hal itu, pengamat hukum angkat bicara. Pasalnya ia mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga peradilan belum fair dalam proses penegakan hukum bagi para penyalah guna narkotika.

"Terkesan artis atau publik figur dengan mudahnya mendapatkan rehabilitasi. Begitu juga dengan pelaku yang "berkantong tebal" bisa dengan mudah mendapat rahab," kata dia, Rabu (25/11/2020).

Ia menuturkan, pernahkah pemerintah turun ke bawah melihat putusan yang sulit didapatkan masyarakat kecil.

Ambil sebagai perbandingan putusan di Pengadilan tak sampai 10 persen mendapatkan rehab ?

Itu terjadi karena tidak ada standar baku yang dibuat dalam regulasi bahwa penyalahguna mendapatkan rehabilitasi.

'Apa gunanya kita menghukum pelaku penyalahguna narkotika 4 tahun ke atas di penjara, padahal tindakannya tidak secara langsung merugikan orang lain. Dia hanya merugikan diri sendiri, dan belum tentu dia sudah menjadi pecandu," katanya.

Namun sangat ironis, ketika diminta tanggapannya terkait banyaknya artis terjerat narkoba berujung panti rehabilitasi, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memilih bungkam.

Sebelumnya, tim media online Indonesianpost.co.id meminta tanggapan terkait hal tersebut.

"Saya sudah menanyakan, tapi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono maupun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus belum ada tanggapannya.

( Red )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.