Recent Posts

Terminal Bayangan Marak & Merajalelah di DKI Jakarta, Dimana Para Penindak Dishub " Ada apa ?...

Terminal-terminal Bayangan di DKI Jakarta.

News Investigasi.com,Jakarta--

Sepinya Terminal-terminal di DKI Jakarta yang resmi, yang sudah banyak dikeluhkan oleh para pengurus PO dan Karyawan.

Para penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan disetiap Terminal yang resmi di DKI Jakarta terlihat sepi dan terkesan bulan nya lagi terminal yang selalu lalang para para penumpang dari luar daerah.

Pemantauan media News Investigasi.com, sepinya para penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan disetiap Terminal disebabkan sudah marak dan merajalela Terminal-terminal bayangan, yang mana notabennya tidak boleh diperuntukan untuk penjualan tiket dan menaikan atau menurunkan para penumpang tersebut.Minggu (24/01/2021).

Ditambah lagi masa pandemi wabah covid-19 ini banyak bermunculannya terminal bayangan di sejumlah lokasi di Jakarta seperti contoh  ada tiga wilayah :
Jakarta Barat Seosen City Jembatan Besi,Kapuk,Bawah Jembatan Borobudur,Jakarta Selatan Pasar Minggu,Veteran Bintaro,Jalan Kapten Tendean,Pasar Jumat dan Ciputat Raya Pondok Pinang,Jakarta Pusat Depan Stasiun Pangeran Jayakarta.Jakarta Utarq di Muara Angke dan Jakartq Timur dipersimpangan Pasar Rebo.


Padahal, Pemprov DKI Jakarta Dinas Perhubungan ( Dishub ) telah menyiapkan sejumlah terminal yang resmi untuk melayani para warga masyarakat diTerminal-terminal itu yakni Terminal Pulogebang, Terminal Kalideres, dan Terminal Kampung Rambutan.

Salah satu pengurus dan Karyawan PO angkutan AKAP yang ada disala satu Terminal  tidak mau disebutkan namanya beliau mengatakan kepada awak media News Investigasi.com, agar Pemerintah dari Kementrian Perhubungan lebih khusus Dinas Perbungan DKI Jakarta dan Suku Dinas Perbungan agar kira nya Terminal-terminal bayangan yang notaben nya tidak jelas dan tidak boleh menjual tiket apalagi menaiki dan menurunkan penumpang agar segerah ditindak kalau perlu dikandangkan,dioperasi setiap hari agar ada titik jerahnya.

Dan juga terminal bayangan tetsebut  tidak adanya retrebusi yang masuk ke kas pendapatan daerah DKI Jakarta.

Kita yang berada diTerminal yang resmi diamana kita selalu mengeluarkan an membayar Retrebusi yang masuk ke kas pendapatan daerah kita semuanya menderita dan sengsara gigit jari karna para penumpang kesedot kebeberapa terminal bayangan tersebut.Ujarnya

( AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.