Recent Posts

Kakorlantas Irjen Istiono Minta Peran Aktip RT/RW Cek Orang Baru Datang


Kakorlantas Irjen Istiono menyebut, penyekatan pemudik pada 6-17 Mei merupakan operasi kemanusiaan. Ia juga meminta RT/RW aktif mengecek orang yang baru datang. Kakorlantas Irjen Istiono.

JAKARTA, News Investigsi.com--

Kakorlantas Irjen Istiono menyebut, penyekatan pemudik pada 6-17 Mei merupakan operasi kemanusiaan. Ia juga meminta RT/RW aktif mengecek orang yang baru datang.
Itu disampaikan Istiono saat mengecek persiapan penyekatan larangan mudik lebaran di pos exit Tol Bandar Kedungmulyo, Jombang. Di pos tersebut, jenderal bintang dua itu menerima pemaparan dari Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho dan Kasat Lantas AKP Rudi Purwanto terkait skema penyekatan para pemudik.

"Operasi Ketupat yang nanti digelar tanggal 6-17 adalah operasi kemanusiaan tentang ditiadakannya mudik. Oleh karena itu, dalam operasi ini, tindakan di lapangan persuasif, humanis," kata Istiono kepada wartawan di pos penyekatan exit Tol Bandar Kedungmulyo, Kamis (29/4/2021).

Kakorlantas Minta Penindakan pada Pemudik Dilakukan dengan Humanis
Ia menjelaskan, penyekatan pemudik pada 6-17 Mei harus bisa menjaga keseimbangan antara upaya mencegah penyebaran COVID-19, dengan penumbuhan ekonomi. Tentunya dengan sinergitas TNI, Polri dan pemerintah.

"Pengendalian transportasi juga dikelola, perhubungan semuanya. Kemudian pengendalian mobilitas kami kelola. Pergerakan orang ke tempat wisata dilokalisir hanya di wilayah saja. Kemudian orang ke tempat perbelanjaan, ke tempat ibadah, ke tempat silaturahmi harus dikelola supaya penyebaran COVID-19 terkelola dengan bagus. Karena ini masih menjadi ancaman," terangnya.

Istiono meminta semua anggotanya yang terjun ke lapangan melakukan penyekatan pemudik dengan cara persuasif dan humanis. Menurut dia, para pelanggar larangan mudik yang terkena penyekatan cukup diminta putar balik saja.

"Polres dan polsek jajaran supaya mengantisipasi jalan-jalan tikus. Juga monitoring di PPKM mikro. RT/RW proaktif mengecek orang yang baru datang, dicek antigen. Kalau ada indikasi COVID-19 langsung diisolasi lima hari, baik mandiri maupun masuk ke rumah sakit," paparnya.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, sesuai arahan Kakorlantas Polri, saat ini pihaknya pada tahap pengetatan mobilitas penduduk sampai 5 Mei 2021. Khususnya pada jam-jam kepadatan lalu lintas.

"Mulai tanggal 6 Mei kami tingkatkan untuk memperketat. Sesuai arahan Kakorlantas tadi, upaya menekan penyebaran COVID-19 dengan ekonomi harus seimbang. Sehingga nanti kami harus luwes, protokol kesehatan kami tingkatkan," jelasnya.

Agung menegaskan, pihaknya siap melakukan penyekatan dengan cara persuasif dan humanis pada 6-17 Mei nanti. "Mulai tanggal 6 Mei nanti kami tidak terlalu saklek. Kami lihat kepentingannya. Karena ini operasi kemanusiaan, kami seminimal mungkin melakukan upaya paksa, penyitaan, penilangan dan sebagainya. Kami arahkan kembali kalau dari arah-arah Jakarta dan arah jauh," pungkasnya.

(RD)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.