Recent Posts

" VIRAL " Penziarah Ricuh di TPU Tegal alur Kapolsek Kalideres dan Tokoh Masyarakat Memberikan Arahan yang Humanis

Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet Riyadi beserta jajarannya melakukan Pengamanan di TPU Tegal Alur, pasca kericuhan yang sempat terjadi antara warga peziarah yang memaksa masuk komplek Pemakaman Umum untuk berziarah dan petugas, menyusul dikeluarkannya kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Anis Baswedan, untuk menutup TPU di Jakarta

JAKARTA, News Investigasi.com--

Menyusul kebijakan pemerintah dalam menutup Tempat Pemakaman Umum ( TPU ) pada Ramadhan 1442 Hijriyah sebagai antisipasi penyebaran Virus Covid 19.

Penututupan tersebut banyak direpon oleh warga masyarakat yang akan berziarah makam sanak saudara.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com, di TPU Tegal alur Kecamatan Kalideres Jakarta Barat terjadi Inseden Kericuan warga masyarakat yang akan melakukan ziarah dikarnakan tidak boleh masuk.

Mendapat laporan Kapolsek Kalideres Kompol.H.Slamet R.SH,.MM langsung melincur kelokasi adanya kericuan tersebut.

Bersama Tokoh Betawi Jakarta Barat, H Mudjamil atau kerap disapa Babeh Djamil bersam Kapolsek Kalideres Kompol Slamet Riyadi melakukan Pengamanan di TPU Tegal Alur Jakarta Barat pasca terjadinya sedikit kericuhan antara penziarah dan petugas.Jumat ( 14/05/2021)

Dalam kesempatan tersebut, Bang Djamil mengatakan kegiatan pengamanan ini, dilakukan wujud kontribusi dirinya sebagai warga Betawi dalam menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman. 

Karna ia menilai dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut tidak heran menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat hingga sempat terjadi kericuhan antara petugas dan penziarah yang memaksa masuk, mengingat Ziarah Kubur adalah salah satu dari beberapa rangkaian tradisi ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri.


" Kegiatan hari ini, lebaran hari ke-2, saya bersama Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet Riyadi beserta jajarannya melakukan Pengamanan di TPU Tegal Alur, pasca kericuhan yang sempat terjadi antara warga peziarah yang memaksa masuk komplek Pemakaman Umum untuk berziarah dan petugas, menyusul dikeluarkannya kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Anis Baswedan, untuk menutup TPU di Jakarta. 


Hal ini dilakukan sebagai kontribusi saya sebagai Putra Betawi yang sudah berkewajiban meciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah Jakarta" ungkapnya pada News Investigasi.com.

"Karna kami sadar pasca dikeluarkannya kebijakan tersebut sudah pasti menimbulkan Pro dan Kontra dimasyarakat, mengingat Ziarah Kubur pada Hari Raya Idul Fitri adalah satu dari beberapa rangkaian tradisi masyarakat ketika datangnya Hari Raya Idul Fitri " Tambahnya.

Babeh Djamil menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan tetap harus mengikuti arahan pemerintah,  sampai berita ini diturunkan , kodisi di lokasi terpantau aman setelah dilakukannya mediasi antara masyarakat dan petugas.

(AS)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.