Recent Posts

DJ, Casper Jakarta Disegel dan Didenda Rp 50 Juta Imbas dari Kerumunan

Caspar Jakarta ditutup sementara dan didenda imbas kerumunan Caspar Jakarta ditutup sementara dan didenda imbas kerumunan. 


JAKARTA,News Investigasi.com--

Caspar Jakarta disegel dan didenda Satgas COVID-19 lantaran membuat kerumunan di masa pandemi virus Corona. Restoran dan bar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, itu pun ditutup selama 3 hari.

"Sudah kita segel (selama 3 hari)," ujar Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan saat dihubungi, Minggu (6/6/2021)


Bernard lalu memberikan gambar yang menunjukkan restoran dan bar itu telah dipasangi stiker penyegelan per hari ini pukul 11.58 WIB. Terlihat, stiker ini ditempel di sebuah pintu kaca dan bertulisan 'Ditutup Sementara 3x24 jam'.


"Jadi itu bar and bar sesuai SK Pariwisata sudah diperbolehkan (beroperasi). Dan kesalahannya (bar itu) tidak jaga jarak dan (menerapkan maksimal kapasitas) 50 persen. Kita denda juga (baru tersebut)," tambah Bernard.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan secara terpisah juga membenarkan restoran dan bar itu disegel selama 3 hari. Singgih menambahkan restoran dan bar itu juga didenda Rp 50 juta.

"Kami satgas kecamatan dipimpin Pak Camat, menindaklanjuti terkait, dengan Satpol PP juga, masalah pelanggaran prokesnya. Makanya tadi disegel selama 3 hari dan didenda Rp 50 juta," kata Kompol Singgih, saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Dia menjelaskan restoran dan bar itu mengadakan acara hingga mengundang kerumunan dengan membuat konser DJ, Jumat (4/6). DJ yang didatangkan restoran dan bar ini, lanjutnya, berasal dari Bali.

"Betul, dia ada mengundang DJ. Dari Bali dia, jadi DJ ini ada di Bali. Sebelum dia (DJ ini) pulang, dia ke Jakarta, ada acara itu terus Sabtu-nya pulang. Kejadiannya Jumat malam memang tidak tahu kami (ada konser DJ tersebut) karena dia privat, tertutup ya kafenya," katanya.

Namun terkait alasan restoran dan bar itu mengadakan kegiatan konser hingga mengundang kerumunan, Singgih mengatakan masih dalam pemeriksaan.

"Nanti aparat kepolisian nanti pemeriksaan kafenya, bagaimana kemarin kejadian itu, terkait viral kejadian itu. Tapi langkah awalnya sudah dilakukan satgas COVID penyegelan selama 3 hari dan denda langsung. Iya (pemeriksaan) terkait protokol kesehatan yang dijalankan kafe tersebut. Apakah ada izinnya atau apa, kita periksa semua. Apakah kemarin ajukan izin terkait kegiatannya, semua kita tanya (dan) lihat," jelas Kompol Singgih.

Sebelumnya, beredar viral di media sosial (medsos) menampilkan kerumunan orang di salah satu restoran dan bar di kawasan Sudirman, Jakpus. Kerumunan orang itu tampak tengah berpesta dengan entakan musik yang dibawakan seorang DJ.

Video itu tersebar pula di aplikasi perpesanan WhatsApp Group (WAG). Dari video yang beredar itu, terlihat orang-orang berkerumun tanpa mengenakan masker serta tidak menerapkan jaga jarak di masa pandemi COVID-19.

Mereka tampak berjoget dengan diiringi musik dari DJ. Terlihat pula seorang rapper yang tengah beraksi.

( GT

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.