Recent Posts

Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan Bahas, Kemungkinan Tarik REM Darurat COVID-19

Gubernur DKI Jakarta bersama jajaran Forkopimda akan melihat apakah terus menerapkan PPKM hingga 14 hari ke depan atau ada kebijakan lain.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (kanan) di Gedung DPRD DKI Jakarta 

JAKARTA, News Investigasi.com--


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menggelar rapat dalam waktu dekat untuk membahas kemungkinan menarik kembali 'rem darurat' seiring lonjakan kasus positif harian Covid-19.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons peningkatan kasus harian Covid-19 tertinggi sejak empat bulan terakhir.

"Pak Gubernur bersama jajaran Forkopimda, akan melihat dalam satu dua hari ke depan apakah kita terus melaksanakan PPKM sampai 14 hari ke depan, atau ada kebijakan lain di tengah 14 hari," kata Riza dalam di kompleks Balai Kota, Kamis (17/6).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan pihaknya akan memantau ketat perkembangan harian pandemi di Jakarta. Riza mengakui penambahan kasus hari ini merupakan angka yang luar biasa.

Ia menyatakan pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan jajaran dan meminta masukan dari ahli, epidemiolog, maupun satgas pusat.

"Hampir setiap hari kita terus koordinasikan. Pak gubernur bahkan langsung memimpin rapat. Terkait vaksin Covid, kami terus berkoordinasi dengan pakar epidemiologi, satgas pusat," ujar Riza.

Riza menyebut pihaknya juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dengan menambah tenaga kesehatan, personel, dan menambah kapasitas tempat isolasi bagi pasien positif maupun tanpa gejala.

Riza menyatakan pihaknya serius memerangi pandemi di Ibu Kota. Ia pun khawatir apalagi dengan masuknya sejumlah varian baru corona di DKI.

"Ada 13 varian yang masuk dan sekarang sedang diteliti oleh Kemenkes. Kami minta masyarakat hati-hati, teliti," katanya.

DKI Jakarta diketahui kembali mencatat penambahan kasus harian positif per Kamis (17/6) sebanyak 4.144 kasus. Jumlah itu tertinggi sejak empat bulan terakhir. Dinas Pendidikan juga memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka buntut lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir.

( DT)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.