Recent Posts

Satgas Penanganan COVID-19 Sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan 3M di tengah Masyarakat

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan 3M di tengah masyarakat akan jauh lebih agresif dan efektif dalam pencegahan penularan COVID-19, selain upaya-upaya lain.

TANGERANG, News Investigasi.com--

Guna untuk Penanganan, Pencegahan Penyebaran Wabah COVID-19 yang mana Keberadaannya masih sangat Mengkwatirkan ditengah-tengah Warga Masyarakat.

Terlihat oleh awak Media News Investigasi.com, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan 3M di tengah masyarakat akan jauh lebih agresif dan efektif dalam pencegahan penularan COVID-19, selain upaya-upaya lain.

"Jadi, sosialisasi penerapan 3M inilah sebenarnya yang jauh lebih masif dan agresif dalam mencegah penularan daripada lainnya," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Bapak INDRA sebagai modelator dalam konferensi Satgas COVID-19 berkerja sama dengan Organisasi pendidikan dan masyarakat se-Tangerang Raya di Hotel Novotel Tangerang BNPB di Tangerang.

Pak Indra mengatakan bahwa setiap upaya yang telah dilakukan banyak pihak dalam penanggulangan COVID-19 telah berkontribusi terhadap penurunan laju penyebaran COVID-19. Tidak hanya upaya pencegahan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, tetapi juga upaya penanganan mulai dari tes, penelusuran kontak dan perawatan dan pengawasan bagi pasien yang telah terinfeksi.

Ada juga upaya vaksinasi yang juga sangat penting untuk mencegah orang-orang yang belum terinfeksi dari kemungkinan jatuh sakit karena infeksi penyakit itu.

Namun demikian, Indra menilai sosialisasi protokol 3M sebenarnya jauh lebih agresif dan efektif dalam hal pencegahan penularan di tengah-tengah masyarakat.

Dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Ormas yang berada diwilayah Tangerang Raya yang lebih masif kepada orang-orang untuk menyadari pentingnya protokol 3M, potensi penularan secara masif dapat dicegah.

"Vaksin itu hanya untuk meningkatkan imunitas dan vaksin secara komunitas, kalau dia naik 70-80 persen nanti baru bisa mencapai herd immunity (kekebalan secara komunitas). Tapi, untuk mencegah transmisi, bidang pencegahan di Posko Desa itu harus menerapkan 3M dan pembatasan mobilitas," katanya.

3M dan 3T adalah kunci utama penanganan Covid-19. 3M adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. 

Kita perlu untuk terus untuk menjalankan 3M sebagai protokol kesehatan 3M selama pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan. 

Sedangkan, pemerintah terus menjalankan praktik 3T. 3T adalah Tracing, Testing, Treatment dengan dukungan semua lapisan masyarakat.

3M dan 3T adalah satu paket upaya yang tidak dapat dipisahkan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Resiko penularan covid-19 tampa 3M
Satgas relawan Covid-19 dan edukator kesehatan Indra membenarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang menunjukkan risiko penularan tanpa berperilaku 3M bisa mencapai 100 persen. 

Menurut Bapak Indra, mencuci tangan akan menurunkan risiko penularan 35 persen, ditambah memakai masker kain 45 persen, dan memakai masker bedah bisa turun 70 persen.

Kemudian, jika masyarakat melakukan jaga jarak maka akan menurunkan risiko hingga 85 persen. Fajri mengatakan, 3M merupakan upaya utama yang dapat dilakukan masyarakat dalam menangani pandemi.

( RJ)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.