Recent Posts

Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Motif Pencabulan Anak Tiri di Tambora Jakarta Barat

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Tambora Jakarta Barat.



JAKARTA,News Investigasi.com--


Entah setan apa yang merasuki pikiran pria berinisial AS sehingga tega mencabuli seorang anak yang masih berusia 15 Tahun berinsial STA warga di Jalan Sunan Giri, Pondok Pucung, Karang Tengah, Tangerang.

Parahnya lagi, pelaku adalah ayah tiri dari korban. Pelaku sudah terhitung ratusan kali melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Aksi sableng pria gendeng itu akhirnya dapat terbongkar setelah korban menceriterakan kejadian kepada ayah kandungnya, RM (42) dan dilanjutkan kepada pihak berwajib.

Atas perbuatanya, pelaku kini mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Polres Metro Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Wakapolres AKBP Bismo Teguh mengatakan, pelaku sering menyetubuhi korban dalam satu minggu dua sampai tiga kali. motif dari kasus persetubuhan ini dilatar belakangi karena pelaku sering tidur bersama dalam satu ranjang dengan korban dan ibu kandungnya atau isteri pelaku.

"Jadi, motif pelaku menyetubuhi korban dengan memberikan sejumlah dan barang-barang yang disukai korban. Aksi tersebut dilakukan di malam hari ketika sang isteri atau ibu dari korban sedang tertidur lelap," ungkap Kombes Ady Wibowo saat konferensi pers, Senin 19 Juli 2021.

Lebih jauh Ady mengatakan, korban yang masih gadis ini dicabuli ayah tirinya selama tiga tahun lamanya sejak masih duduk di kelas 7 SMP.

Kala itu, korban yang orang tuanya telah bercerai itu lebih memilih tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah menikah lagi dengan pelaku AS.

Ketiganya tinggal bersama di rumah kontrakan yang luasnya hanya sepetak.

Selama tiga tahun itu, AS mencabuli STA di dua lokasi kontrakan yakni di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan dan kawasan Tambora.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan bahwa dari hasil penyidikan pihaknya telah menjerat pelaku dengan Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun.

"Namun karena pelaku masih ada hubungan keluarga, maka diperberat sepertiga dari ancaman pidananya," tutupnya.

( YG)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.