Recent Posts

Dimana Aparat ??? Rumah Kost Disulap Jadi Hotel

Keberadaan Rumah Kost di Kalideres Disulap Jadi Hotel.

Www.News Investigasi.com,Jakarta--


Sebuah bangunan di Jalan Peta Utara No. 27, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat yang semula menggunakan izin mendirikan bangunan (IMB) Rumah Kos 3 lantai, kini berubah fungsi menjadi Hotel dan Cafe yang diberi nama (Sambina) Sudut Peta Coffee Eatry.

Perubahan Rumah Kos menjadi hotel mini di tengah kawasan pemukiman penduduk itu menjadi sorotan bagi masyarakat, "Nga tau tuh pak, dulu setau saya pas pembangunnya itu Rumah Kost, kok tiba-tiba sekarang berubah jadi hotel," kata Rinto, salah satu warga Pegadungan.


 
Rinto juga mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap fungsi bangunan yang dengan sangat mudah sekali berubah. "Saya ingat betul itu dulu waktu dia bangun mengunakan izin rumah tinggal dengan Nomor IMB 0087/C37b31.73.06.1005.18.049.R.42.1.7.8551/2020.Tanggal 09 Maret 2020, Mendirikan Baru, Rumah Kos 3 Lantai. Tapi sekarang berubah jadi rumah kost dengan ketinggian 4.5 lantai serta mengunakan lift," kata Rinto.

Terpisah, sorotan itu juga datang dari salah satu aktivis pemerhati kebijakan pemerintah, Jaya Caniago, SH yang mempertanyakan perubahan pada fungsi bangunan tersebut. "Apakah semudah itu merubah fungsi bagunan? IMB Rumah Kos menjadi hotel," kata Jaya Caniago.


 
Lebih lanjut Jaya menjelaskan, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi terkait.

"Ini kok tiba-tiba bisa berubah izinnya Rumah Kost 3 lantai, setelah jadi fungsinya berubah menjadi hotel dengan ketinggian 4 lantai setengah dan mengunakan lift. Kan aneh bin ajaib," tegas Jaya.

Ia juga mempertanyakan ketegasan pihak pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap bangunan dan fungsi bangunan yang didirikan, karena hal itu berpotensi merugikan masyarakat dan negara. Pajak yang dikeluarkan oleh pemilik sesuai dengan izin yang dimohon.


 
"Bagaimana menyingkronkan izin Rumah Kos dengan Izin Pariwisata Perhotelan, jelas sudah pasti tidak nyambung. Inikan namanya pembodohan publik. Apakah pejabat terkait tidak mengetahui atau sengaja pura-pura tidak tahu hal itu. Kalau pejabat wilayah tidak tahu, saya rasa tidak mungkin ,karena berdekatan dengan Kantor Kecamatan Kalideres," jelasnya.

Karena menurut Jaya, apabila pejabat terkait seperti Suku Dinas Citata yang berkaitan dengan bangunan, kemudian Suku Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk masalah perubahan fungsi gedung dan selanjutnya Suku Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif untuk masalah izin hotelnya dan Satpol PP untuk pengawasan masalah ketertiban umum segera melakukan penindakan. "Jika terbukti melanggar ketentuan lakukan tindakan sesuai aturan," tegasnya.


 
Jaya berharap instansi terkait untuk mengkaji ulang izin bangunan Rumah Kos yang berubah menjadi hotel tersebut. Apabila hal itu tidak dilakukan peninjauan ulang akan menjadi prodensi yang buruk terhdap kinerja aparatur pemerintah dalam menjalankan tupoksinya sebgai pelayan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Jakarta Barat Sherly Yuliana mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya rumah kos yang berubah menjadi hotel di kawasan Pegadungan, Kalideres tersebut.

"Kalau itu hotel seharusnya melibatkan kami sebagai instansi yang menaungi pariwisata, termasuk perhotelan. Sementara kami selaku Suku Dinas Pariwisata tidak mengetahui adanya hotel di situ karena tidak ada yang memberitahukan atau pihak hotel pun belum melapor," kata Sherly saat ditemui di ruang kerjanya.

Serly mengatakan, seharusnya bila ada perubahan dari Rumah Kos menjadi hotel itu artinya izin awalnya Rumah Kos, dan itu kewenangannya ada di Sudin Perumahan. "Kita tidak berkaitan dengan peruntukan bangunan itu, tapi kita lebih pada ke hotelnya, hingga kini kita tidak dilibatkan," jelasnya.

"Kalau memang Izin awalnya itu Rumah Kos dan sekarang berubah menjadi hotel, jelas itu pelanggaran. Kalau hotel ya izin bangunannya harus hotel bukan rumah kost. Artinya ada perubahan fungsi pada bangunan itu," tambahnya.

( AS )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.