Recent Posts

Kejari : Satu Tersangka Korupsi Jasa Cleaning Servis

Kasi Pidsus Kejari Tangerang, Sobrani Binzar saat menjelaskan soal penahanan tersangka SRM.

Www.News Investigasi.com,Jakarta-


Satu tersangka yang terlibat kasus korupsi pengadaan jasa cleaning servis (CS) pada satuan kerja RSUP Sitanala Kota Tangerang telah dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Jumat (17/12/2021).

Diketahui, tersangka SRM merupakan selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP). "Saudari SRM telah kami lakukan penahanan perhari ini 16 Desember 2021 untuk 20 hari ke depan sampai 4 januari di Rutan Pandeglang klas 2B," ujar Kasi Pidsus Kejari Tangerang, Sobrani Binzar kepada wartawan.

Selain SRM, Sobrani berujar ada dua tersangka lain berinisial AM dan YS. AM selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan YS sebagai pejabat pembuat komitmen.

Penahanan SRM berdasarkan pengembangan atas kasus dua terpidana Nasron Azizan dan Yazerdion Yatim.

Ketiga tersangka sudah dilakukan pemanggilan, namun, ketiganya tidak datang.

AM menyatakan tidak sehat karena baru operasi. Alhasil tim penyidik Kejari berkoordinasi dengan tim RSUD Kota Tangerang untuk medical check up dan dinyatakan tidak sehat. Sedangkan SRM dinyatakan sehat

"Ini proses pengembangan, terhadap perkara sebelumnya atas terpidana Nasron Azizan dan Yazerdion Yatim. Dan Nasron itu sebagai anggota ULP (unit pelayanan pengadaan). Nah yang saudari SRM ini, kepala ULPnya," imbuh Sobrani.

Selanjutnya, pihak Kejari akan melakukan pemanggilan kembali kepada tersangka AM yang saat ini sedang keadaan sakit. Sobrani mengungkapkan bahwa AM juga sebagai mantan direktur RSUP Sitanala.

"Si AM ini selaku direktur RSUD saat itu. Jadi mantan direktur. Apabila telah dinyatakan sehat maka kita lakukan pemanggilan kembali. Terhadap satunya selaku PPK berinisial YS itu kami akan manggil lagi secara patut. Kita panggil lagi untuk dilakukan pemeriksaan secara patut. YS tidak hadir tanpa ada keterangan," ungkapnya.

Atas perbuatanya ketiga tersangka disangkakan Pasal 2 atau pasal 3, juncto pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU 20 tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Namun, untuk adanya penambahan tersangka atau tidak Sobrani belum dapat memastikan.

"Ancaman penjara maksimal 20 tahun. Kita lihat nanti di persidangan," pungkasnya.

( SYM )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.