Recent Posts

Terminal Bayangan Bikin Sepi Penumpang Bus Terminal Kalideres, Penjual Tiket Merana

Pengurus tiketing bus Haris sedang mananti penumpang bus di gerai tiket busnya di Terminal Kalideres Jakarta Barat.

Www.News Investigasi.com,Jakarta--


Sepinya penumpang bus di Terminal Kalideres Jakarta Barat bukan hanya saja terkait dengan aturan dan syarat perjalanan yang ketat. 

Terminal bayangan yang merajalela dan bebas untuk menaiki penumpang tanpa syarat menjadi faktor lainnya.Hal itu diceritakan beberapa penyedia jasa resmi agen tiket bus yang ada di terminal terpadu yang terletak di Jakarta Barat tersebut.  

"Harapan kami (Kalidere) biar ramai, tolonglah terminal bayangan dan agen di pinggir jalan itu dihapuskan," kata pengurus keberangkatan bus P, Haris di Terminal Kalideres kepada News Investigasi.com, Kamis (30/12/2021).

Terminal bayangan atau agen liar yang marak dijumpai di pinggir jalan protokol, dikatakan Haris selama ini bebas untuk menaikkan penumpang. Syarat naik bus di sana juga cukup dengan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan tiket. 

"Kalau di sana(agen liar) enggak ada prokes (protokol kesehatan), beli tiket langsung naik, langsung berangkat," tambahnya. Sementara untuk di Terminal Kalideres, penumpang wajib memiliki sertifikat vaksin minimal dosis pertama dan surat bebas Covid-19 berdasarkan tes Antigen atau PCR.  

"Kalau di sini ngikutin prokes, sementara di bawah (agen liar) dibebasin, penumpang itu kan larinya ke yang bebas," ujarnya.  Mengenai izin, agen liar yang ada selama ini bebas menaikkan penumpang dikatakan Hendrik tidaklah sesuai aturan. Di mana saat ini, operasional manaikkan penumpang bus wajib berada di terminal. 

Terlebih lagi untuk mendukung berjalannya aturan syarat perjalanan sesuai Surat Edaran (SE) Kemenhub No. 94 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.  "Mereka (agen liar) izinnya enggak ada. Kan memang enggak boleh tapi enggak ditindak. Sementara kita di sini disuruh patuhi protokol kesehatan," katanya.  

Bus tetap menaikkan penumpang dari agen liar diceritakan Hendrik, karena bus harus membawa penumpang untuk terpenuhinya biaya operasional.

Beberapa bus dikatakan akan naik dari Terminal Pulo Gebang, namun juga akan keliling ke agen liar karena adanya penumpang yang telah menunggu di sana.  "Ya namanya bus perlu penumpang, dari mana aja tetap diambil. Tapi kalau terminal bayangan ditutup, otomatis kan bus ke terminal (resmi) larinya," cerita Haris.

Jumlah penumpang bus, dikatakan Haris saat ini sangat menurun. Bahkan, saat ditemui News Investigasi.com dia tidak menjual satu pun tiket pada hari ini dan jadwal bus telah lewat untuk diberangkatkan. Siang ini, dia hanya menunggu calon penumpang yang mungkin akan membeli tiketnya untuk diberangkatkan esok hari.  Hal yang sama juga dikeluhkan oleh pengurus atau penjual tiket yang ada di Terminal Kalideres tersebut. Meski jumlah penumpang bus terlihat ramai di jalan, namun hanya beberapa penumpang yang naik dari terminal terpadu tersebut.

"Kita merana di sini, kita buka setiap hari penumpangnya jarang masuk ke sini," ujar pengurus tiketing bus jurusan Solo di lokasi.  

Pengurus atau penjual tiket di Terminal Kalideres berharap penumpang kembali memilih naik bus dari terminal tersebut.  Syarat perjalanan menggunakan moda transportasi umum saat ini ialah sesuai SE Kemenhub nomor 94 tahun 2021, yaitu pelaku wajib memeiliki sertifikat vaksin dan surat bebas covid-19.Katanya Haris.

" Ini terminal Bayangan yang berada di Jakarta Barat, yakni sekitar Jembatan Gantung Daan mogot, Pasar Patra (depan Apotik Adira), Jalan Raya Tanjung Duren, traffic light Sampurna, Palmerah (Jalan Inspeksi Kali Grogol), Jalan Kapuk Raya Cengkareng, Jalan Pospol Kapuk, Jalan Kamal Raya, Tambora (Jalan Angke Raya), Cengkareng Drain (Taman Kota), dan Jalan Meruya Ilir Srengseng".

( AS)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.