Recent Posts

Relawan Jokowi Mania meminta Tiga Tuntutan ke Majalah Tempo


News Investigasi.Com,JAKARTA--Jokowi Mania  di dampingi oleh pengacara, Sekretaris Jjenderal dan beranggota 25 orang yang mendatangi gedung Dewan Pers. Sebelum memasuki gedung Jokowi Mania juga melakukan aksi nya di depan gedung Dewan Pers.

Ketua umum Jokowi Mania,Immanuel Ebenazer mengatakan, kami adalah Jokowi Mania salah satunya ingin melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers, kenapa kami melaporkan ke Dewan Pers karena kami memahami permasalahan-pernasalahan jurnalistik harus diatasi oleh Dewan Pers.

"Kami melihat bahwa narasi yang diciptakan oleh Majalah Tempo seakan-akan Presiden Jokowi tidak berpihak terhadap pemberantasan korupsi, dan kemudian gambar tentang Pinokio itu penghinaan terhadap lembaga negara dan simbol negara," kata Immanuel saat di wawancarai oleh para wartawan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/9) siang.

Dia juga menjelaskan bahwa kita punya UU berkaitan dengan Kepala Negara, kita melihat bahwa juga Majalah Tempo bukan sebagai yang tidak memahami kaedah jurnalistik lagi, lebih cenderung menjadi alat propanganda dan ini tidak baik.

"Bahwa ini kami mendukung kebebasan pers, harus dipahami bahwa Jokowi tidak anti kritik, Jokowi tetap berpihak terhadap pemberantasan Korupsi, ini berkaitan dengan KPK bahwa Jokowi selalu ingin menguatkan KPK," tegas dia.


"Persoalan revisi Undang-Undang KPK, bahwa tidak ada namanya undang-undang itu seperti Firman Tuhan tidak bisa dirubah dan itu bukan lembaga-lembaga ke Tuhanan dan itu adalah lembaga Politik dan Hukum," ujar Immanuel.

Ketua Umum Jokowi Mania itu mengatakan maka dengan kedatangan kami ke Dewan Pers, mencoba ingin meminta dewan pers ini bagaimana mencari solusi yang menggambarkan seorang kepala negara seperti pinokio yang seakan-akan frame bahwa Jokowi pembohong.

"Tuntutan kami adalah Majalah Tempo agar menarik edsisi 16 sampai 22 September dengan Judul Cover 'Janji Tinggal Janji' dari pasaran, yang kedua meminta klarifikasi dari pihak Tempo itu sendiri, dan ketiga bahwa kebebasan pers itu harus tetap kuat  dan kami tidak mau kekuasaan itu dibiarkan saja tanpa ada nya kritik, yang terakhir Tempo harus meminta maaf," tandas dia.( Ginting )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.