Recent Posts

Edi Prasetio Mengecam Keras bagi Trevel yang Naikin Harga " Jangan Menari diatas Penderitaan Rakyat "

Edi Presetio

News Investigaai.com,Jakarta--

Dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 yang melanda dibeberapa daerah yang sudah sangat menakutkan dan meresahkan warga masyarakat.

Dalam setuasi ada nya wabah Virus Corona atau Covid-19 ini, banyak manusia yang memanfaatkan keadaan dari berbagai aspek yang hanya mengambil keuntungan pribadi.

Dan jangan gara gara pemerintah provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar,menjadi azas manfaat.

Terlihat oleh awak media News Investigasi.com ada sejumlah pemilik atau Driver Trevel yang seenaknya menaiki harga jasa anggutan bagi warga masyarakat yang akan balik kekampung halaman.

Polemik tersebut di kecam keras oleh edi Prasetio pemilik jasa angkutan Trevel Jakarta-Lampung, yang tidak sepakat dengan ada nya kenaikan jasa angkutan bagi warga masyarakat yang akan pulang kekampung tersebut.

Edi mengatakan Trevel yang tersebar di beberapa daerah khusus nya di ibu Kota Jakarta-Lampung harus mempunyai hati nurani terhadap warga masyarakat yang akan balik kekampung halaman.

Jangan memanfaatkan keadaan dalam setuasi wabah Virus Corona atau Covid-19 ini yang seenak nya menaikan harga jasa angkutan kepada warga masyarakat tersebut.

Perlu saudara mengetahui mayoritas yang memakai jasa angkutan Travel Jakarta-Lampung atau sebaliknya adalah pekerjaan nya sebagai Pembantu rumah tanggah ( PRT ) Bebysister dan perawat orang jompo,dimana gajinya tidak seberapa hanya untuk sesuap nasi dan sisa rizki dibawa kekampung halaman.

Edi menambahkan seharusnya para pemilik jasa anggutan Trevel seharus mengerti dan mempunyai hati nurani bagi warga masyarakat yang akan menaiki jasa angkutan tersebut.


Dan jangan menambahkan kesusahan atau penderitaan lagi terhadap warga masyarakat yang mengais rizki di ibu kota,"Jangan menari diatas penderitaan orang lain ".Sabtu ( 11/4/2020).

Peru kita ingat bersama-sama tuhan tidak tidur dan tidan tinggal diam bagi siapa saya yang telah menyusahkan atau mengsengsarakan dan menyusahkan hambanya.Ujarnya Edi.

( Baharudin )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.