Recent Posts

Oknum Sipir Lapas Salemba Berperan Sediakan Gudang Narkoba di Kemayoran

Tiga orang tersangka pengedar narkoba yang merupakan bagian dari jaringan lapas Salemba.


News Investigasi.com,JAKARTA--


Salah satu dari tiga pengedar narkoba yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI merupakan sipir Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

Tirta berperan menyediakan gudang tempat penyimpanan narkoba yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Gudang itu lokasi milik sipir, lokasi parkir dan juga (tempat) pelihara burung," kata Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Johny Pol Latupeirissa.

Johny menyebutkan Tirta sudah 15 tahun berprofesi sebagai sipir Lapas Salemba. Namun, berdasarkan kesaksian Tirta, dia sudah mengajukan untuk berhenti menjadi sipir sejak tahun 2017.

"Pengakuan dari sipir ini dia sudah buat permohonan berhenti jadi sipir, namun surat pemberhentian belum ada. Tapi menurut dia, dia sudah menyatakan berhenti maksudnya tujuannya supaya bebas bergerak," kata Johny.

Johny menambah, hingga saat ini Tirta masih berstatus sebagai sipir di Lapas tersebut dan masih memiliki akses keluar masuk lapas. Johny sendiri tak mengetahui mengapa pihak Lapas belum mengabulkan permohonan pengunduran diri Tirta.


Baca juga: Pengakuan Pengedar Jaringan Lapas yang Pakai Narkoba di Sekolah Saat Sepi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, disebutkan alasan ekonomi lah yang menyebabkan Tirta terlibat dalam aksi pengedaran narkoba.

Sebelumnya diberitakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta menangkap tiga orang pengedar narkoba yang merupakan bagian dari jaringan Lapas Salemba, Jakarta Pusat pada Selasa (15/1/2019).

BNNP berhasil mengamankan barang bukti berupa 201 gram sabu, tiga linting ganja, satu buang bong (alat isap), dua buah senjata angin (airsoft gun) beserta peluru, dan 11 handphone berbagai merek.

Ketiga pelaku diancam empat pasal berlapis, yakni Pasal 111, 112, 114 dan 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

( RD )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.