Recent Posts

Satpol PP Kecamatan Cengkareng Sidak Karokean dan Bar GSH, Security Sekap Satpol PP

Karaoke dan Bar GSH


News Investigasi.com,Jakarta--

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat saat melakukan sidak ke Karaoke Bar New GSH di kawasan Ruko Mutiara Taman Palem Blok A 17 Nomor 25 Cengkareng Timur, Jakarta Barat mendapat perlakuan yang tidak menyenagkan. (21/1/2021)

Saat dua orang petugas Satpol PP melakukan pemeriksaan bersama aparat tiga pilat di ruangan atas lantai dua tiba tiba dikunci dalam ruangan.Karena sebelumnya  disinyalir usaha tempat hiburan tersebut berani terang terangan membuka usahanya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta masih berlaku.

Mei Kasatpol PP Kelurahan Cengkareng Timur salah satunya yang ikut dikonci di lnatai 2 ruang karaoke dan bar ini. Istri dari anggota polisi ini mengaku shok sewaktu pemeriksaan di lantai 2, tiba tiba lampu dimatiin terus di konci dari luar oleh security sebelumnya sempat adu argumen.

"Kami berdua dikonci di dalam ruangan lantai 2 ketika melakukan pemeriksaan. Lumayan lama juga baru dibuka setelah memanggil petugas lainnya yang berada di parkiran depan Karaoke dan Bar GSH pada naik baru dibuka," ungkapnya.

Lanjut Mei, saat melakukan operasi pihaknya sudah memberitahukan kepada mereka mengenai aturan PSBB sesuai Pergub nomor 101, akan tetapi pihak GSH tidak kooperatif, sehingga anggota merazia tempat hiburan tersebut, namun tidak membuahkan hasil karena sepertinya informasi ini lebih dulu bocor.

"Tetapi akan kami tindaklanjuti sampai ke tingkat kota," tegas Mei.

Mei mengatakan, usaha Karaoke dan Bar GSH ini sendiri sudah pernah dirazia oleh pihak Satpol PP pada hari Jumat (29/5/2020) lalu dan sudah disegel.

Ironisnya, ketika wartawan pertanyakan kepada security Karaoke dan Bar GSH yang tidak mau menyebutkan namanya, mengaku bahwa mereka diprintahkan oleh ownernya untuk membuka usaha itu.

Diapun mengakui sudah izin dari walikota Jakarta Barat, Mabes Polri sudah koordinasi semuanya sehingga berani buka di saat pengetatan PSPB diberlakukan.

( Yoko Gunawan )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.