Recent Posts

Polda Metro Jaya : Tak Ada Anggota Polisi Yang Positif COVID-19 Saat Operasi Ketupat

Gedung Polda Metro Jaya


JAKARTA, News Investigasi.com -- 


Polda Metro Jaya mengatakan tidak ada polisi yang terinfeksi Covid-19 saat operasi Ketupat Jaya 2021 dilakukan. Operasi ini dilaksanakan selama kebijakan larangan mudik dan arus balik pada Mei.


"Alhamdulillah, kalau untuk anggota Ditlantas, tidak ada yang terpapar Covid-19," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (31/5).

Polda Metro Jaya menggelar 31 pos, 17 titik pemeriksaan, dan 14 titik penyekatan selama Operasi Ketupat Jaya 2021. Para petugas bekerja selama 24 jam selama kebijakan larangan mudik 6-17 Mei serta pemeriksaan surat bebas Covid-19 pada 17-31 Mei.

Sebanyak puluhan ribu orang diperiksa Ditlantas Polda Metro Jaya bersama tenaga medis selama operasi. Dari jumlah itu ditemukan 121 orang positif Covid-19 berdasarkan tes cepat antigen.

Dari jumlah itu sebanyak 460 orang reaktif melakukan isolasi mandiri, 168 orang dirawat di Wisma Atlet, dan 206 orang lain ditempatkan di lokasi penitipan isolasi lain.Pada 27 Mei, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan sebanyak 834 orang positif Covid-19 berdasarkan hasil pengetesan 109.984 orang yang menuju wilayah Jakarta selama arus balik.

Sementara itu Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap kasus Covid-19 sempat turun pada 10-16 Mei menjadi 26.067 orang lantas meningkat 36,07 persen pada 17-23 Mei. Kenaikan ini terutama terjadi di wilayah yang jadi tujuan arus mudik dan arus balik.

 Dominan di Daerah Tujuan Mudik
Ada lima provinsi yang disebut penyumbang kumulatif kasus baru dan kematian Covid-19, yakni Jawa Barat yang naik 2.221 kasus dibandingkan pekan sebelumnya DKI Jakarta yang naik 1.230 kasus dalam sepekan; Sumatera Barat naik 959 kasus; Jawa Tengah 948 kasus; dan Aceh naik 561 kasus dalam sepekan.

"Belum mencapai minggu kedua saja, kasus sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan kasus kematian juga mengalami kenaikan. Ini alarm kita semua," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia,

(RD)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.