Recent Posts

As Sisca Pradita.SH : Di Tengah Pandemi COVID-19, Tugas Pokri Semakin Kompleks

Ad Sisca Pradita.SH ( Pimpinan Redaksi Media News Investigasi.com ).

JAKARTA, News Investigasi.com--

Upaya untuk melawan Covid 19 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Di tengah pandemi ini, tugas Polri semakin kompleks tidak hanya mengatasi masalah kejahatan, radikalise, terorisme, dan narkotika.

Pada masa Pandemi Covid 19 ini tugas Polri semakin kompleks dan banyak variannya. Kini Polri bukan lagi hanya menangani kriminalitas, kejahatan jalanan, kejahatan kerah putih, radikalisme sampai masalah narkoba, tetapi juga sebagai anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Polri memiliki sejumlah tugas tambahan.

"Sebagai langkah preemtif Polisi bertugas memetakan wilayah yang rawan penyebaran virus corona," ujar Sisca Rabu (4/8/2020). 


Dikatakan Sisca, Polri juga harus secara massif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk langkah preventif, polisi melakukan patroli di wilayah yang rawan penyebaran Covid-19 turut melakukan pengawasan.

Jajaran Polri juga membantu pemerintah daerah (pemda), seperti menyemprot tempat publik dengan cairan disinfektan, ikut serta mengukur suhu tubuh bersama dengan institusi terkait lainnya, mengatur lalu lintas, dan menerapkan larangan mudik dan Melaksanakan Vaksinasi Massal disetiap Wilayah sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo yang meminta Polri dan TNI untuk memastikan kebijakan larangan mudik berjalan efektif.


"Tentu saja semua itu butuh kepiawaian improvisasi satker (satuan kerja) di lapangan. Dibutuhkan kemampuan anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidakpatuhan masyarakat. Pemahaman komunikasi antarbudaya masyarakat penting sekali agar tidak timbul kegaduhan," ujar Sisca.

Sisca juga mengingatkan, Polri saat ini harus inovatif dengan mengembangkan SDM anggotanya agar memiliki pengetahuan luas, baik secara akademis maupun praktik lapangan. Polisi dituntut harus sigap dan tanggap menghadapi perkembangan ancaman baru, seperti terorisme yang memiliki perkembangan metode dalam menggerakkan aksi mereka.

Narkotika pun, kata Sisca, semakin banyak varian dan cara penyebarannya. Ada lagi pihak yang memiliki keahlian baru, yaitu narko terorisme, khususnya para narapidana (napi) atau eks napi. Polri juga kini menghadapi ancaman kekinian, yaitu kejahatan nubika (nuklir, biologi, dan kimia).

"Setiap anggota Polri wajib memahami criminal justice system (sistem peradilan pidana) dengan berbagai perkembangannya," kata Sisca.

Selain itu, Polri juga seiring dengan perkembangan era internet of things (IoT), prioritas berikutnya adalah memperkuat pertahanan siber (cyber defence). Saat ini, peretasan ke infrastruktur kritis, pencurian data strategis, spionase, propaganda di media sosial, terorisme, dan berbagai ancaman siber lainnya sudah berlangsung di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, banyak negara tengah merumuskan strategi untuk menghadapi ancaman siber.

Dari itu Sisca Berharap Kepada elemen masyarakat agar mendukung dan mensport Program Pemerintah, TNI dan Polri dalam memberantas Penyebaran Covid-19, agar pemukian Perekonomian Bangsa ini cepat pulih dan normal kembali.tegasnya Sisca.

( RD)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.