Recent Posts

Polisi Menetapkan Manejer Holywing Kemang Menjadi Tersangka Pelanggar PPKM

Outlet Holywings Kemang 

JAKARTA, News Investigasi.com--

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan Manajer Outlet Holywing Kemang, Jakarta Selatan, JAS, sebagai tersangka. Dia dinilai melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

"Hasil gelar perkara ditetapkan satu orang tersangka inisial JAS ini adalah manajer outlet Holywings Kemang, Jaksel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 17 September 2021.

Yusri menuturkan JAS telah menerima sanksi dari Satpol PP DKI Jakarta. Dia kedapatan tiga kali melanggar protokol kesehatan (prokes) pada Februari, Maret, dan September 2021.

JAS selaku manajer juga tidak menyediakan scan barcode QR PeduliLindungi di outlet. Padahal, aplikasi wajib disiapkan di kafe, mal, dan restoran.

"Jadi setiap ada kegiatan apa pun harus ada barcode QR PeduliLindungi, supaya dia masuk ke dalam itu orang-orang yang sudah tervaksin," ujar Yusri.

JAS juga tidak mematuhi peraturan yang diterapkan manajemen PT Holywings terkait prokes. JAS tidak menjalankan imbauan yang disampaikan ke seluruh outlet melalui surat internal pada 24 Agustus 2021.

"Persentase berapa yang datang ke sana (jumlah pengunjung) itu melebihi. Sehingga, ditetapkan saudara JAS selaku manajer ini sebagai tersangka," jelas Yusri.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut penetapan tersangka setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup. Alat bukti didapat dari pemeriksaan 26 saksi, ahli, dan analisa rekaman CCTV.

Dari rekaman CCTV, terlihat Holywings Kemang melanggar jam operasional di tengah PPKM level 3 DKI Jakarta. Kafe hanya boleh buka hingga pukul 21.00 WIB.

"Holywing (Kemang) sampai pukul 00.00 WIB malam minggu itu (Sabtu malam, 4 September 2021) ternyata masih aktif dan sudah beredar mungkin di beberapa media, baik media sosial maupun mainstream kegiatannya masih berlangsung. Padahal terhadap yang bersangkutan pernah juga diperingati," tutur Tubagus.

JAS dijerat Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1884 tentang Wabah Penyakit Menular. Pelaku terancam satu tahun penjara.

( RD )

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.