Recent Posts

Wartawan Melaporkan Oknum Perwira Ke Propam Mabes Polri

Ilustrasi

Www.News Investigasi.com,Tangerang--


Tiga oknum Anggota Polisi dari Polda Banten dan Polsek Balaraja dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri oleh Pemimpin Redaksi Anekafakta.com, Eva Andriani. 

Laporan tersebut merupakan buntut insiden yang terjadi di Pergudangan Surya Balaraja Blok. E., Pekan lalu.

Diketahui, ketiga oknum polisi tersebut adalah AKPB Shinto Silitonga jabatan Kabid Humas Polda Banten, Kompol Ricky Kharisma jabatan Staf Humas Polda Banten dan IPTU Jarot Sudarsono jabatan Kanit Reskrim Polsek Balaraja.

Pelapor Eva Andriani melalui kuasa hukum Udi Jaelani,.SH.MH melaporkan ketiga oknum polisi tersebut atas dugaan pencemaran nama baik dan kriminalisasi pers, Laporan Polisi Nomor : SPSP2/4969/XII/2021/Bagyanduan, Kamis (9/11/2021).

"Muaranya berawal di Pergudangan Surya Balaraja Blok. E, Selasa 16 November 2021 lalu sekira pukul 16.30 WIB. Jadi, saat itu klien kami Eva bersama teman seprofesi wartawan sedang melakukan investigasi terhadap kegiatan bongkar muat barang pakaian bekas (Ball Pres) yang diduga dikelola secara ilegal menggunakan mobil truk plat bandar Lampung," jelas Udi kepada Wartawan, Minggu (27/12/2021).

Udi mengatakan, dugaan kriminalisasi pers dan pencemaran nama baik Eva terjadi ketika ada kegaduhan dilokasi pergudangan tersebut, namun seolah dikaitan dengan temuan tim Jurnalis yang sedang menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

"Sehingga klien kami Eva dan rekan-rekanya ini diduga mendapat kriminalisasi serta difitnah dan nama baiknya dicemarkan oleh terlapor (Oknum Polisi-Red) dengan cara menyebarkan berita-berita bohong kesesama teman media via WhatsApp," beber Udi.

Saat ini, Polisi tengah mengumpulkan keterangan pelapor dan saksi-saksi.

Hal itu disampaikan Kombes Pol Ahmad Jaenudin selaku Pemeriksa Utama Unit 1 Biroprovos Divpropam Polri.

"Baru klarifikasi pelapor dan saksi saksi hari Jumat kemarin," kata Ahmad saat dikonfirmasi suarageram.co, Jumat (24/12/2021).

Sebelumnya, Ahmad telah melayangkan surat undangan klarifikasi kepada pelapor Eva Andriani dengan nomor : B/411/XII/HUK 12.10./2021/Provos, Kamis (23/12/2021).

Namun, Ahmad tidak merinci berapa lamanya surat penetapan tersangka dapat rampung.

Meski begitu, Udi berharap laporanya terhadap Tiga Oknum Polisi tersebut agar segera diproses dengan baik dan benar sesuai prosedur hukum yang berlaku di NKRI.

Ia menilai bahwa perbuatan yang dilakukan Tiga Oknum Polisi tersebut terhadap klienya diduga telah melanggar Pasal 310 dan 311 KUHPidana.

"Sebagai kuasa hukum saya berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan diulangi lagi oleh siapapun terlebih pejabat negara/polri, yang jelas sebagai profesi penegak hukum & divisi propam dapat jatuhkan sanski," pintanya melalui pesan singkat.

Adapun 3 poin utama yang dipaparkan Udi sebagai berikut;

Pertama: Polisi dilarang menjadi pelindung bagi pelaku kejahatan. Polisi, termasuk para purnawirawan, dilarang mencari uang dengan menjadi backing kegiatan ilegal. Oleh karena itu, oknum polisi yang terlibat harus diproses hukum di internal Polri dan secara pidana, pasal 55 KUHPidana.

Kedua: pelaku tindak kejahatan, seperti penyelundupan barang ilegal, harus diusut dan ditindak tegas, diseret ke meja hijau, diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ketiga: Setiap orang yang menghalang-halangi wartawan dalam melaksanakan tugasnya, mencari, mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi, dipidana dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah, sesuai pasal 18 ayat (1) UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

( RD)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.